Foto: jejak-jejak langkah

8 Tips agar Terhindar dari Sifat Nifak

Munafik adalah sebutan bagi seseorang yang memiliki sifat nifak di dalam hatinya. Sebagaimana yang dikatakan Ibnu Katsir, nifak adalah menampakkan kebaikan dan menyembunyikan keburukan.

Ibnu Juraij mengatakan, “Orang munafik ialah orang yang omongannya menyelisihi tindak-tanduknya, batinnya menyelisihi lahiriahnya, tempat masuknya menyelisihi tempat keluarnya, dan kehadirannya menyelisihi ketidakadaannya.” (‘Umdah At-Tafsir I/78).

Karena itu, nifak merupakan salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya dan jika tidak diobati dengan segera, akan mengakibatkan penderitanya binasa.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka, dan kalian sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. Kecuali orang-orang yang tobat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.” (QS. An-Nisa: 145-146) 

Agar seorang mukmin dapat terjaga dari sifat nifak ini, Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam Mufsidat Al-Qalb: An-Nifaq hlm. 47-52 memberikan beberapa tips yang sebaiknya dilakukan. Berikut delapan di antaranya sebagaimana dikutip dari Muslimorid.

1. Berakhlak baik dan memperdalam agama.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua sifat yang tidak akan pernah tergabung dalam hati orang munafik: perilaku luhur dan pemahaman dalam agama.” (HR At-Tirmidzi)

2. Bersedekah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sedekah merupakan bukti.” (HR Muslim)

Bukti di sini maksudnya bukti akan keimanan. Oleh karena itu, orang munafik tidak suka bersedekah karena tidak adanya iman yang mendasarinya.

3. Bersegera melaksanakan shalat tepat waktu berjamaah di masjid

Hal ini mengingat hadis Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Siapa yang menunaikan shalat berjamaah selama 40 dengan memperoleh takbiratul ihram imam maka ia akan ditetapkan terbebas dari dua hal, yakni terbebas dari neraka dan terbebas dari kenifakan.” (HR. At-Tirmidzi)

4. Menghidupkan shalat malam

Qatadah pernah berkata, “Orang munafik itu sedikit sekali shalat malam.”

Hal tersebut karena orang munafik hanya akan semangat beramal jika ada orang yang menyaksikannya.

Jika tidak ada, motifasi untuk beramal saleh pun tiada.

Karena itu, jika ada seorang hamba mendirikan shalat malam, itu menjadi bukti bahwa dalam dirinya tidak ada sifat nifak dan menjadi bukti keimanannya yang benar.

5. Memperbanyak zikir

Ka’b mengatakan, “Orang yang memperbanyak zikir, akan terlepas dari sifat nifak.”

Sementara Ibnul Qayyim menulis, “Sejatinya banyak zikir merupakan jalan aman dari kemunafikan. Sebab, orang-orang munafik sedikit berzikir. Allah berfirman tentang orang-orang munafik, ‘Dan mereka tidak berzikir, kecuali sedikit.’ (QS. 3: 142)”

Sebagian sahabat pernah ditanya, “Apakah sekte Khawarij itu munafik?” Maka dijawablah, “Tidak. Orang munafik itu sedikit berzikir.”

6. Berdoa

Abu Ad-Darda’ setiap habis shalat selalu minta perlindungan kepada Allah dari sifat nifak. Kebiasaan ini pun membuat orang bertanya kepada beliau, “Ada apa antara engkau dengan nifak?” “Jauhi kami. Demi Allah, sesungguhnya seseorang bisa saja agamanya berubah dalam sesaat sehingga ia terlepas darinya,” jawab Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu.

7. Mencintai sahabat anshar

Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Tanda keimanan ialah mencintai kaum anshar, sedangkan tanda kemunafikan adalah membenci kaum anshar.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

8. Jihad di jalan Allah

Imam Muslim menceritakan dari Abu Musa Al-Asy’ari, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mati dalam keadaan tidak pernah berperang dan tidak pernah terbetik dalam dirinya maka ia mati di atas cabang kemunafikan.”

An-Nawawi menjelaskan, “Maksudnya, siapa yang melakukan hal ini, maka ia dianggap telah menyerupai orang-orang munafik yang tidak melaksanakan jihad.”

Wallahu a’lam bishawab. []

 

 


Artikel Terkait :

About matiar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *