D'Cat Queen

Natal Tidak Dirayakan dengan Bebas di Beberapa Negara Ini

Foto: D’Cat Queen

INSPIRADATA. Di negara kita, Natal bisa dirayakan dengan bebas oleh seluruh umat Nasrani. Namun ternyata, tidak demikian dengan negara-negara berikut ini.

Di Somalia, Natal dilarang dirayakan sejak 2013. Salah satu negara di Afrika ini resmi menerapkan syariat Islam sejak 2009. Pemerintah memperingatkan kemeriahan umat Kristiani dapat mengancam kepercayaan umat Islam di negaranya dan bisa menjadi sasaran penyerangan beberapa kelompok bersenjata.

Sementara itu pemerintah Tajikistan menerapkan larangan perayaan Natal dengan melarang adanya pohon Natal, kembang api, dan saling menukar kado.

Di Brunei, perayaan Natal di tempat umum dilarang dan warga tidak diizinkan memakai topi Sinterklas. Namun bagi umat Nasrani dibolehkan merayakan Natal, selama tidak digelar di tempat umum.

Di Arab Saudi, perintah tahunan dikeluarkan terkait larangan tanda-tanda apapun yang berkaitan perayaan Natal.

Begitu pula di Israel, pemimpin ektremis Yahudi, Benzi Gopstein juga menyerukan larangan perayaan Natal dengan mengatakan Nasrani tidak memiliki tempat di sana. Bahkan Gopstein menyebut kaum Nasrani sebagai Vampir penghisap darah.

Meski banyak pihak yang mengecam kebijakan beberapa Negara yang melarang perayaan Natal ini, larangan tersebut tetap berjalan. []

 


Artikel Terkait :

About Mila Munawwaroh

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *