penyebab badan pegal
foto: keepo

Tidur dalam Kondisi Marah, Ini Dampaknya…

foto: keepo

INSPIRADATA. Tidur adalah saat bagi tubuh untuk mengistirahatkan diri. Namun, bagaimana jika dalam kondisi yang seharusnya rileks itu, kita justru memendam emosi negatif atau bahkan marah?

Hal tersebut diteliti oleh tim dari Beijing Normal University. Penelitiannya telah diterbitkan pada jurnal Nature Communications. Penelitian tersebut mengungkap bahwa mereka yang tidur dalam keadaan marah atau merasakan emosi negatif lain cenderung memiliki masalah dengan penyimpanan memori.

Yunzhe Liu, penulis utama studi yang juga merupakan mahasiswa neurosains di University College London menjelaskannya. Secara normal, tidur membantu manusia memproses informasi dan menyimpan memori. Selama tidur, otak tak berhenti bekerja membuat memori baru, melakukan konsolidasi memori, dan mengaitkannya dengan memori yang lebih dulu ada.

Dia mencontohkan, tidur sebelum belajar terbukti dapat membantu otak menyiapkan formasi memori yang tepat. Sayangnya, emosi negatif akibat bertengkar sebelum tidur dapat berdampak buruk terhadap proses itu dan membuat memori negatif bertahan lama di otak.

Liu dan tim membuktikannya dengan meneliti 73 mahasiswa pria di Inggris dengan teknik khusus. Mereka diminta melihat foto-foto wajah netral sekaligus foto bermuatan negatif yang menyedihkan atau mengerikan, lalu dilihat dampaknya dengan pemindaian aktivitas otak.

Eksperimen tersebut diulang hingga beberapa hari dan para peserta rupanya mengalami kesulitan melupakan memori mengenai gambar buruk yang mereka lihat. Liu menjelaskan, memori buruk itu tetap tinggal dalam waktu lama dan tak terproses layaknya kondisi normal.

“Kami percaya temuan bahwa otak menahan memori tertentu bisa berguna untuk penanganan stres akibat trauma, meski belum dapat serta-merta diaplikasikan,” Pungkasnya.[]


Artikel Terkait :

About Susanti

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *