Foto: Best Life

Ini Biasanya 5 Masalah Suami di Tempat Tidur

INSPIRADATA. Berbagai masalah bisa timbul dalam kehidupan suami istri. Jika pihak istri biasanya hanya “nrimo” saja terhadap jima, tidak demikian dengan suami.

Ada beberapa hal yang sering kali menghinggapi pihak suami terkait aktivitas intim nan pribadi ini. Apa saja?

1. Nafsu besar tenaga kurang
Seringkali kali suami begitu menggebu saat mulai melakukan jima, akan tetapi kadang kala “ada” yang tidak mau bereaksi dan “tetap tertidur”. Masalah ini biasanya terjadi pada suami yang sudah agak berumur. Berbagai masalah kesehatan seperti darah tinggi dan diabetes dapat menjadi pemicu hal ini.

2. Ejakulasi Dini
Jima cepat selesai umumnya terjadi pada suami yang berusia 40 tahun ke bawah. Faktor psikologis seperti depresi, khawatir tidak dapat memuaskan istri, kurang percaya diri, kurangnya komunikasi atau adanya konflik dengan istri adalah hal-hal yang biasanya menjadi penyebab gangguan jima tersebut.

3. Ukuran yang menyusut
Jika perut suami mulai menggelembung ke depan, maka ada yang mungkin menyusut di bawah perut. Hal ini memang dapat saja terjadi akibat membuncitnya perut suami yang berdampak pada mengecilnya organ pribadi mereka.

4. Keraguan memuaskan istri
Sebagian suami merasa ragu apakah mereka mampu memuaskan istri saat berjima. Hal ini menimbulkan stress yang berujung pada disfungsi ereksi. Kekwatiran suami ini dapat terjadi pada suami yang merasa bahwa organ pribadi mereka di bawah ukuran normal. Padahal pada kenyataannya sekecil apapun organ pribadi, seorang suami bisa memberikan kepuasaan kepada istrinya.

5. Istri malas bercinta
Banyak suami yang mengurut dada jika istri terlihat malas untuk melakukan hubungan jima. Pasangan yang sudah lama menikah biasanya karena pihak istri yang sudah capek dalam melakukan aktivitas rumah tangga atau mungkin bekerja. []


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

alasan suami selingkuh

Perhatikan, 5 Hal Sepele Ini Bisa Jadi Tanda Pasangan Anda tengah Berselingkuh

Meski demikian, ada juga orang yang tetap biasa saja dengan HP. Kemana-mana dia tidak perlu terlalu sering memegang handphone. Membuka handphone kalau ada notifikasi saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *