Unik, Informatif , Inspiratif

9 Hal sebab Disunnahkannya Berwudhu

0

Seyogiyanya seorang mukmin adalah orang yang mampu senantiasa menjaga kesuciannya, baik dari hadas kecil maupun hadas besar. Pasalnya, demikian itu memiliki keutamaan yang sangat besar di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.

Berikut adalah beberapa kondisi yang sangat dianjurkan atau disunnahkan bagi kita untuk berwudhu demi menjaga kesucian diri serta kedekatan kepada Allah setiap waktunya.

1. Setiap kali berhadas

Kita dianjurkan segera berwudhu setiap kali berhadas berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Buraidah.

Ia berkata, “Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil Bilal, lalu berkata kepadanya, ‘Hai Bilal, dengan amalan apa kamu bisa berjalan mendahuluiku di surga? Tadi malam di surga aku mendengar suara terompahmu di depanku.’

Bilal menjawab, ‘Setiap kali sehabis mengumandangkan azan saya shalat dua rakaat dan setiap kali berhadas saya berwudhu’.” (HR. At-Tirmidzi no 2954 dan Ahmad v/360)

2. Ketika hendak berzikir dan berdoa kepada Allah

Ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Musa bahwa dia pernah mengabarkan kepada Nabi bahwa Abu Amir pernah berkata kepadanya, “Sampaikan salamku kepada Nabi dan mohonlah kepada beliau untuk memintakan ampun untukku.”

Tatkala Abu Musa menyampaikan hal tersebut, Rasulullah minta air untuk berwudhu.

Setelah berwudhu beliau mengangkat kedua tangannya sambil berdoa, “Wahai Allah, ampunilah Ubaid Abu Amir!” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

3. Ketika hendak tidur

Ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Al Barra’ bin Azib bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bila kamu hendak tidur berwudhulah sebagaimana kamu berwudhu untuk shalat. Kemudian berbaringlah dengan bertumpu pada tubuhmu bagian kanan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

4. Sehabis membawa jenazah

Sehabis membawa jenazah disunnahkan berwudhu berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa selesai memandikan mayyit hendaklah mandi dan barangsiapa selesai membawa jenazah hendaklah berwudhu.”

5. Sehabis muntah

Orang yang muntah disunnahkan berwudhu berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Mi’dan dari Abu Darda’ bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bila kamu muntah, berbukalah, kemudian berwudhulah!”

6. Setelah memakan makanan yang dipanggang/dibakar

Kita disunnahkan berwudhu setelah memakan makanan yang dipanggang/dibakar berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berwudhulah kalian sehabis makan makanan yang tersentuh api.” (HR. Muslim i/272)

Perintah dalam hadis di atas kita hukumi sunnah karena ada hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Amru bin Umayyah, dan Abu Rafi bahwa Nabi pernah suatu ketika makan daging yang dipanggang atau dibakar, kemudian langsung shalat tanpa berwudhu lagi.

Jadi, berwudhu setelah makan makanan yang dipanggang atau dibakar hukumnya sunnah.

7. Hendak makan dalam keadaan junub

Kita disunnahkan berwudhu ketika hendak makan dalam keadaan junub berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Aisyah, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika dalam keadaan junub, lalu ingin makan atau tidur, beliau berwudhu sebagaimana wudhu ketika hendak shalat.”

8. Ketika hendak mengulang persetubuhan

Kita disunnahkan berwudhu ketika hendak mengulang persetubuhan berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Sa’jd bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Apabila salah seorang dari kalian bersetubuh dengan istrinya, lalu hendak mengulang, hendaklah berwudhu terlebih dahulu.”

Adapun berkenaan dengan mandi ketika hendak mengulang persetubuhan ada hadis bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menggilir istri-istrinya dengan satu kali mandi.

j. Ketika ingin tidur dalam keadaan junub

Kita disunnahkan berwudhu ketika ingin tidur dalam keadaan junub berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Aisyah ketika ditanya, “Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah tidur dalam keadaan junub?”

Dia menjawab, “Ya, setelah beliau berwudhu terlebih dahulu”

Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Umar pernah meminta fatwa kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dia bertanya, “Bolehkah salah seorang dari kami tidur dalam keadaan junub?”

Beliau menjawab, “Hendaklah dia berwudhu atau kalau mau sekalian mandi, kemudian tidur.

Syaikh Ibnu Baz pernah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika sedang junub, lalu ingin tidur, beliau mandi terlebih dahulu.

Dalam masalah orang junub hendak tidur ini ada tiga kemungkinan:

  1. Tidur tidak berwudhu atau mandi terlebih dahulu. Ini tidak diperbolehkan karena menyelisihi sunnah.

  2. Cebok, lalu berwudhu sebagaimana ketika hendak shalat, lalu tidur. Ini diperbolehkan.

3. Berwudhu, lalu mandi terlebih dahulu, kemudian tidur. Ini yang paling afdhal. []

 

Sumber: Thaharah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Tuntunan Bersuci Lengkap, Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qohthoni, Media Hidayah

 


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline