Unik, Informatif , Inspiratif

9 Ilmuwan Muslim Berpengaruh Dunia yang Terlupakan Sejarah

0

Sepeninggal Rasulullah dan para sahabat, dakwah Islam dengan misi menebar rahmat ke penjuru alam tak terhenti begitu saja. Estafet perjuangan dilanjutkan oleh generasi berikutnya hingga sampai pada puncak peradaban Islam menjadi mercusuar peradaban dunia.

Seperti yang terjadi pada masa kejayaan Islam era Kekhilafahan Abbasyah di bawah kepemimpinan Khalifah Harun ar-Rasyid.

Pada masa itu sains dan teknologi dunia Islam begitu berkembang pesat.

Hal itu terbukti dengan ditemukannya berbagi alat-alat yang canggih oleh para ilmuan Islam, baik dibidang astronomi, kedokteran, kimia, pertanian, dan lain sebagainya.

Sayangnya, hal itu kini mulai terlupakan, bahkan banyak dari kaum muslimin yang tidak mengenal sejarah peradabannya sendiri.

Termasuk nama-nama para ilmuwan sekaligus karya-karya hebatnya yang mempunyai pengaruh besar terhadap kemajuan peradaban dunia masa kini.

Berikut ilmuwan-ilmuwan hebat muslim dalam peradaban Islam yang terlupakan sejarah:

1. Jabir Ibnu Hayyan 

Jabir Ibnu Hayyan lebih dikenal oleh ilmuwan Eropa dengan nama Gebert, ia adalah penemu ilmu Kimia.

Gebert lahir di Kuffah, Irak sekitar 721-815 Masehi.

Penelitiannya dalam bidang ilmu Kimia berhasil dikembangkan secara sistematis melalui eksperimen tentang kuantitas zat yang berhubungan dengan reaksi kimia.

2. Abu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi 

Abu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi atau yang biasa dipanggil Razi lahir di Teheran, Iran pada 864-930.

Semasa hidupnya ar-Razi meneliti tentang penyakit seperti demam, penyakit cacar, alergi, dan asma.

3. Abu Ali Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham atau Ibnu Haitham/Alhazen 

Lebih dikenal dengan nama Alhazen seorang ilmuwan yang meneliti tentang sifat cahaya dan juga ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan dan filsafat.

Alhazen lahir di Basrah sekitar 965 Masehi kemudian tinggal di Kairo, Mesir hingga akhir usianya pada 1039.

4. Abu Yusuf Yacub Ibnu Ishak Al-Khindi/Al Kindus 

Al Khindi adalah seorang ilmuwan Islam yang mengarang sekitar 270 buku tentang ensiklopedi.

Dirinya juga ahli matematika, fisika, kedokteran, musik, geografis, filsafat Arab dan Yunani kuno. Selain itu Al-Khindi juga seorang filsuf Muslim taat dan berdisiplin.

5. Abu Ali Al-Husein Ibnu Sina/Ibnu Sina/Syekh Al-Rais/Avicenna 

Ibnu Sina atau yang lebih dikenal dengan nama Avicenna ini adalah ilmuwan sekaligus filsuf besar Muslim.

Ibnu Sina banyak menghabiskan waktu dengan meneliti ilmu kesehatan, matematika, astronomi, filsafat, psikologi dan penulis kaidah ilmu kedokteran modern yang sampai saat ini masih dipakai sebagai referensi ilmu kedokteran di Eropa.

6. Ibnu Khaldun 

Seorang sejarawan, pendidik ulung, pendiri filsafat sejarah dan sosiolog.

Ibnu Khaldun lahir adalah seorang sejarawan muslim dari Tunisia dan sering disebut sebagai bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi.

7. Al Khazini 

Ahli konstruksi, pengarang buku tentang teknik pengukuran (geodesi) dan kontruksi keseimbangan, kaidah mekanis, hidrostatika, fisika, teori zat padat, sifat-sifat pengungkit/tuas, teori gaya gravitasi (jauh 900 thn dari Newton).

8. Al Farabi 

Abu Nasir Al-Farabi. Orang barat menyebutnya dengan Alfarabius. Ia hidup antara 870-900 Masehi dan merupakan tokoh Islam pertama dalam bidang logika.

9. Al Battani (929) 

Ahli astronom terbesar Islam, ilmuwan yang meneliti jarak bumi dan matahari, menciptakan alat ukur gaya gravitasi, alat ukur garis lintang dan busur bumi pada globe dengan ketelitian sampai 3 desimal. []

 

 

 

 

Sumber: Sindonews


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.