Unik, Informatif , Inspiratif

9 Tanda Seseorang Meninggal Khusnul Khatimah, Satu di Antaranya Hanya karena Sakit Perut

0

Siapa yang tak ingin akhir hidupnya dalam keadaan khusnul khaitmah? Tentunya bagi orang beriman khusnul khatimah atau akhir hidup yang baik menjelang tutup usia merupakan cita-cita, bahkan tujuan hidupnya di dunia.

Pasalnya, tiada balasan yang layak diperoleh bagi seseorang yang mati dalam keadaan khusnul kahtimah, kecuali surga dan keridhaan Allah subhanahu wa ta’ala.

Nah, ternyata mati dalam keadaan khusnul khatimah itu memiliki tanda-tanda.

Beberapa di antara tanda-tanda itu ada yang hanya diketahui oleh orang yang akan meninggal, tetapi ada pula tanda-tanda itu bisa diketahui oleh semua orang.

Dilansir dari hidayatullah, berikut sepuluh tanda seseorang mendapat khusnul khatimah yang dirinci oleh para ulama berdasarkan dalil-dalil dari Alquran dan As-Sunnah.

1. Dahi berkeringat saat meninggal

Hal ini berdasarkan hadis Ibnu Buraidah bin Hashib:

“Dari Ibnu Buraidah dari ayahnya bahwa ia berada di Khurasan, ia menjenguk saudaranya yang sakit, ia menemuinya tengah sekarat dan dahinya berkeringat, ia berkata: Allaahu Akbar, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang mu`min meninggal dunia dengan (mengeluarkan) keringat didahinya.” (HR. Ahmad)

2. Mengucap kalimat ‘laa ilaaha illallah‘ menjelang kematian

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلامِهِ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah ‘Laa ilaaha illallah’ maka dia akan masuk surga.” (HR. Abu Dawud)

3. Meninggal karena tho’un (penyakit wabah atau sampar)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam bersabda,

الطَّاعُوْن ُشهَاَدَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ

“Mati karena penyakit sampar adalah syahid bagi setiap muslim.” (HR. Bukhari)

4. Wafat pada malam Jumat atau pada siang hari Jumat

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia di hari Jumat atau pada malam Jumat, kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

5. Orang yang meninggal karena sakit perut atau penyakit yang berhubungan dengan perut, seperti maag, kanker, usus buntu, kolera, disentri, bat ginjal dan lain sebagainya

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيْدٌ

“Barangsiapa yang mati karena sakit perut maka dia adalah syahid.” (HR. Muslim)

6. Orang yang meninggal karena tenggelam, kejatuhan bangunan atau tebing

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam bersabda,

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Orang yang mati syahid itu ada lima; orang yang meninggal karena penyakit tha’un, sakit perut, tenggelam, orang yang kejatuhan (bangunan  atau tebing), dan meninggal di jalan Allah.” (HR. Bukhari)

7. Orang yang meninggal dalam suatu urusan di jalan Allah (Sabilillah)

Misalnya, seperti seseorang yang meninggal dalam perjalanan dakwah atau meninggal sewaktu mengajar ilmu agama atau ketika melakukan amal kebajikan kepada sesama yang diniatkan ikhlas karena Allah.

Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari diatas.

Fisabilillah adalah berjuang di jalan Allah juga dalam pengertian luas sesuai dengan yang ditetapkan oleh para ulama.

8. Seorang wanita yang meninggal karena melahirkan anaknya

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam bersabda;

قَتْلُ الْمُسْلِمِ شَهَادَةٌ وَالطَّاعُونُ شَهَادَةٌ وَالْبَطْنُ وَالْغَرَقُ وَالْمَرْأَةُ يَقْتُلُهَا وَلَدُهَا جَمْعَاءَ

“Terbunuhnya seorang muslim terhitung syahid, kematian karena wabah thaun terhitung syahid, kematian karena sakit perut terhitung syahid, kematian karena tenggelam terhitung syahid dan seorang wanita yang mati karena melahirkan anaknya terhitung syahid.” (HR. Ahmad)

9. Orang yang meninggal dalam keadaan mengerjakan kebaikan atau amal saleh (meninggal dalam keadaan shalat, melaksanakan ibadah haji, bersilaturahmi dan sebagainya)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ قَالَ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ابتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ ، خُتِمَ لَهُ بهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا ابتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بهَا ، دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ابتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بهَا ، دَخَلَ الْجَنَّةَ “

“Barangsiapa yang meninggal ketika mengucap ‘Laa ilaaha illallah’ ikhlas karena maka dia masuk Surga, barangsiapa yang berpuasa pada suatu hari kemudian meninggal maka dia masuk Surga, dan barangsiapa yang bersedekah ikhlas karena Allah kemudian dia meninggal maka dia masuk Surga.” (HR. Ahmad). []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.