Unik, Informatif , Inspiratif

Abu Nawas, Tabib Licik dan Cairan Kuning

0

INSPIRADATA. Abu Nuwas atau Abu Nawas, seorang yang nyentrik dan banyak dikisahkan ulama sebagai pelawak yang memang benar lawakannya. Di samping memang ada kontroversial dalam sejarahnya.

Suatu hari, kisah ke-banyak akal-an Abu Nawas menjadi saat ia melihat iklan pengobatan di tepi jalan. “Tak Ada Penyakit yang Tak Bisa Disembuhkan di Sini” penasaran ingin membuktikan kebenarannya, Abu Nuwas pun mencoba membawa saudaranya yang sedang sakit.

Di bawanya lah sang saudara ke klinik pengobatan “Tak Ada Penyakit yang Tak Bisa Disembuhkan di Sini”. Namun, seribu namun saudaranya tak kunjung sembuh dengan obat yang diberikan sang tabib.

Abu Nawas curiga, kalau tabib tersebut hanya ‘gadungan’ –yang memeras uang para pasien– yang membayar untuk pengobatan.

Tak kalah akal, Abu Nuwas pun membuat iklan serupa dengan brand “Berobat Bayar 20 Ribu, Jika Tak Kunjung Sembuh Uang Kembali 200 Ribu”

Esok harinya, tabib ‘gadungan’ mengetahui sinyal-sinyal iklan Abu Nawas dari banyak orang, dan ialah yang pertama kali menjadi pasien Abu Nawas.

“Ada apa gerangan yang membawamu ke sini, hai Tabib?” Tanya Nawas.

“Hai Abu Nawas, tolong sembuhkan apa yang tak dapat sayang sembuhkan dalam diriku ini!” jawab Tabib.

“Baiklah, apa yang kau keluhkan sekarang?”

“Aku tak dapat merasakan apa-apa pada lidah ku.”

“Baiklah, akan kuambil ramuan untukmu,” Gumam Abu Nawas.

Beberapa saat kemudian, Nawas membawa secangkir minuman hitam, kuning, dan bening.

“Aku tak merasakan apa-apa, hai Abu Nawas,” ucap Tabib kepada Anu Nawas saat disuguhi minuman bening. Ya, memang hanya akal Nawas saja memberikan air bening yang berasa tawar.

“Baiklah, coba yang ini!” sambil memberikan yang hitam.

“Pahit, Hai Abu, sakitku malah tambah parah! Apa ini?” Bentak tabib. Ya, memang itu adalah kopi pahit hitam.

“Baiklah, kau coba yang ini. Dijamin pasti sembuh. Tapi dengan syarat, kau harus membayarnya dengan dua kali lipat bahkan lebih. Ingat, ini hanya akad! Ku yakin kau pasti mengerti dengan ini.”

“Baiklah, mana, berikan saja!” Geram sang tabib.

“Wah” sambil menyemburkan minuman kuning tersebut. “Asam sangat minuman ini, apa-apaan kau memberikan ku perasan lemon yang sangat kental ini!”

“Hehe” Senyum Abu Nawas.

“Ya, betul itu adalah lemon, tapi kini penyakitmu bisa sembuh. Mana bayarannya?”

Tabib pun tersimpuh malu, sambil merogoh koceknya dan diberikanlah uang dua kali lipat dengan suka hati. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline