Unik, Informatif , Inspiratif

Ada Bisnis Apa di Balik Lapas Sukamiskin? (2-Habis)

0 27

Salah satu fungsi Lapas adalah menjadi tempat perenungan penghuninya. Terisolasi dari dunia luar semestinya menjadi penghuninya jera atas hukuman itu. Tapi di Lapas Sukamiskin sepertinya fungsi jera itu berubah. Lapas Sukamiskin bahkan memberikan fasilitas yang terbilang mewah bagi penghuninya. Termasuk fasilitas diizinkan berbisnis di dalam Lapas.

Bukan hanya kemewahan yang dapat difasilitasi dengan uang suap, di lapas juga narapidana juga bisa mendapatkan ‘tiket’ ke luar.

Izin Keluar Lapas

Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan yang kini menjadi penghuni lapas Sukamiskin, tercatat beberapa kali meninggalkan sel tahanannya dengan berbekal izin dari Kalapas Sukamiskin Wahid Husen. KPK pun mengungkapkannya dalam surat dakwaan Wahid.

BACA JUGA:Gelar Razia di Lapas Sukamisikin, Petugas Temukan Barang-Barang Mewah hingga Uang Ratusan Juta

Dalam surat dakwaan itu, KPK menyebutkan bahwa Wawan suami dari Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, beberapa kali mendapat izin dari Wahid untuk keluar Lapas Sukamiskin. Izin keluar yang dilakukan Wawan terjadi dalam rentang waktu antara Maret 2018 hingga Juli 2018.

Salah satunya adalah pada tanggal 16 Juli 2018. Bahkan, dia sempat menyamarkan kepergiannya dari Lapas Sukamiskin dengan cara menggunakan mobil ambulans yang tersedia. Jelas bahwa keluarnya Wawan difasilitasi secara serius oleh pihak lapas Sukamiskin.

Jaksa lantas membeberkan bagaimana cara Wawan bisa keluar lapas dengan izin berobat tersebut. Wawan disebut keluar dari lapas dengan menggunakan mobil ambulans yang dibawa oleh Ficky Fikri, seorang staf keperawatan Lapas Sukamiskin.

Namun, ternyata mobil ambulans itu tidak menuju ke Rumah Sakit Rosela sebagaimana permohonan Wawan.

BACA JUGA: Jokowi Diminta Copot Menkum HAM terkait Dugaan Lapas Palsu yang Dihuni Setnov

Wawan lantas turun dari ambulans dan kemudian pindah ke mobil Toyota Innova yang sudah menunggunya. Mobil itu dikendarai Ari Arifin, asisten pribadi Wawan selama di Lapas Sukamiskin.

Mobil Innova itu pun kemudian meluncur ke daerah Suryalaya, Bandung, menuju ke rumah milik Atut. Namun, Wawan pun tak lama berada di sana dan beranjak menuju ke Hotel Grand Mercure Bandung.

Jaksa menyebutkan bahwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan kemudian menginap di hotel tersebut bersama teman wanitanya. Namun, siapa teman wanita yang disebut menginap bersama Wawan di hotel tersebut, jaksa tidak mengungkapnya di dalam dakwaan.

Dari pemaparan jaksa, tergambar jelas keterlibatan lapas dalam memfasilitasi wawan yang juga adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut .

Tarif Sel

Dari penampilan interior ruang sel yang berbeda di setiap selnya, orang yang menyaksikan investigasi dalam reality show TV , masyarakat pun dapat menilai, bahwa sel dalam lapas cukup mewah untuk ukuran sel penjara.

KPK menduga ada bisnis jual beli sel dan izin di dalam Lapas Sukamiskin. KPK memperkirakan tarif awal jual beli sel Lapas Sukamiskin berkisar Rp 200 juta hingga Rp 500 juta.

BACA JUGA: Ada Bisnis Apa di Balik Lapas Sukamiskin? (1)

Dalam konferensi pers di KPK, Sabtu (21/7), Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menjelaskan mengenai tarif . Dijelaskan juga bahwa KPK sedang meneliti atas informasi awal itu ada rentangnya Rp 200 juta- Rp 500 juta. Untuk mendapatkan fasilitas tertentu. Tentang jumlah fasilitas itu, KPK masih mendalami.

Tarif jual beli sel yang dimaksud adalah dengan membayar uang sejumlah Rp 200-500 juta, napi mendapatkan fasilitas tambahan. Mulai dari kamar khusus hingga berbagai fasilitas di kamar khusus tersebut. []

SUMBER: KUMPARAN

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline