muslim yang menyesal di akhir bulan ramadhan
Foto: YouTube

Adu Nyali Rasulullah dengan Kaum Kafir Quraisy (2-Habis)

Sementara orang-orang kafir itu berada di jalan yang salah. Itu sebabnya, beliau menantang orang-orang kafir dengan kalimat-kalimat yang disebutkan dalam ayat ini.

Orang yang memiliki nyali yang besar biasanya akan menjadi penantang, bukan yang ditantang. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan keyakinan bahwa dirinya berada dalam kebenaran, tidak optimis, dan tidak yakin akan menang, nyalinya akan ciut menerima tantangan itu.

BACA JUGA: Kala Rasulullah Menatap Bumi Pertama Kali

Semua pertanyaan yang tercantum dalam ayat itu tidak bisa dijawab oleh orang-orang kafir, karena mereka tidak yakin bahwa apa yang menjadi subyek tantangan itu benar-benar ada.

Orang-orang kafir itu juga tidak terlalu yakin bahwa tuhan-tuhan selain Allah yang mereka sembah, adalah Tuhan sebenarnya yang telah menciptakan alam semesta.

Keraguan yang ada dalam hati orang-orang kafir itu, khususnya para tokoh Quraisy Mekah, membuat barisan para petinggi suku ini terpecah akibat dakwah Rasulullah SAW.

Sebagian ada yang menerima ajakan Nabi SAW dan beriman, seperti Umar bin Khathab, Hamzah, dan yang lainnya; sebagian lain tidak menerima ajakan Nabi SAW, tetapi menolak cara-cara kekerasan untuk menentang dakwah beliau. Kelompok terakhir ini selalu menasihati teman-temannya dengan berkata, “Doakanlah, semoga dia (Muhammad) dan sahabat-sahabatnya cepat mati.”

BACA JUGA: Ya Rasulullah, Mengapa Engkau Berdoa Seperti itu?

Allah SWT berfirman, “Dan jika engkau bertanya kepada mereka, ‘Siapakah yang menciptakan langit dan bumi serta menundukkan matahari dan bulan?’ Pasti mereka akan menjawab, ‘Allah.’ Maka mengapa mereka (bisa) dipalingkan (dari kebenaran),”(QS. Al-Ankabut: 61). Allahu ‘Alam Bisshawab. []

 

Sumber: Kerajaan Al-Qur’an/Hudzaifah Ismail/Penerbit: Penerbit Almahira/2012


Artikel Terkait :

About Mila Munawwaroh

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *