Agar Tidak Terjerumus Maksiat, Ini 6 Nasihat Ibnu Qoyim

Foto: Google Image

Salah satu sifat terpuji adalah sabar. Namun, masih banyak di antara kita yang masih melalaikan sifat ini. Meski begitu, seorang manusia harus selalu berusaha untuk selalu bersabar. Terlebih bersabar agar tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat. Kita tahu, pasti banyak sekali godaan yang dialami manusia untuk masuk ke jurang maksiat.

Berbicara soal sabar, ada enam nasihat Ibnu Qoyim, cendekiawan muslim terkenal, agar seseorang tidak terjerumus dalam lembah maksiat. Apa saja?

1. Hendaknya hamba menyadari betapa buruk, hina dan rendah perbuatan maksiat
Seseorang harus memahami bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mengharamkan dan melarang perkara maksiat.

2. Merasa malu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
Seorang hamba harus menyadari bahwa pandangan Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu mengawasi dirinya dan menyadari betapa tinggi kedudukan Allah Subhanahu wa Ta’ala di matanya. Pun juga menyadari bahwa perbuatannya dilihat dan didengar Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika hal ini tertanam dalam diri manusia, tentu saja seorang muslim akan merasa malu apabila dia melakukan hal-hal yang dapat membuat murka.

3. Senantiasa menjaga nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengingat-ingat perbuatan baik-Nya
Seorang hamba harus senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mengapa? karena perasan tidak bersyukur itulah yang membuat ia merasa kurang san kurang hingga hawa nafsu mengajarkan untuk mendapatkan maksiat.

4. Merasa takut kepada Allah dan khawatir tertimpa hukuman-Nya
Seorang hamba harus selalu merasa takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, apabilla dirinya tak melakukan apa yang sudah diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

5. Mencintai Allah
Diibaratkan seorang kekasih tentu akan menaati sosok yang dikasihinya. Sesungguhnya maksiat itu muncul diakibatkan oleh lemahnya rasa cinta. Karena itulah memupuk rasa cinta kepada Allah melalui ibadah yang teguh adalah pilihan terbaik seorang hamba menghindari maksiat.

6. Menjaga kemuliaan dan kesucian diri serta memelihara kehormatan dan kebaikan
Sebab memelihara kehormatan diri dan istiqomah dalam kebaikan inilah yang akan bisa membuat dirinya merasa mulia dan rela meninggalkan berbagai perbuatan maksiat. Akan sangat malu ketika seusai melakukan amalan baik kemudian berbuat maksiat. []

SatuMedia


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *