Ahmad Dolly Kurnia

Ahmad Dolly Kurnia Kritik Kinerja Ketua Umum Partai Golkar

INSPIRADATA. Ahmad Dolly Kurnia, politikus muda asal Golkar mengkritik keras kepemimpinan Setya Novanto selama menjadi ketua umum partai Golkar. Dolly menilai, Novanto sejak awal memiliki latar masalah hukum. Mulai dari masalah ‘papa minta saham’ dan sekarang kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Demikian disitat dari Republika, Senin (22/5/2017).

“Janganlah warga Golkar memilih pemimpin yang berpotensi beban masalah hukum. Jadinya seperti ini kepemimpinan diiringi banyak masalah,” kata Dolly dalam sebuah diskusi di Kuningan, Jakarta, Minggu (21/5).

Dampak dari hal tersebut, lanjut Dolly, internal partai terlihat panik dalam menanggapi berbagai masalah yang menimpa ketua partainya. Hal ini ditunjukan dengan rencana pengiriman nota keberatan atas pencegahan Novanto ke luar negeri, wacana revisi UU KPK, dan hak angket KPK beberapa waktu lalu.

“Langkah-langkah politik yang dilakukan Golkar ini menunjukkan kalau mereka panik dan tidak solid. Jadi ini sudah kemana-mana dan tidak lagi sesuai dengan hakikat dukungan pada pemerintahan saat ini,” katanya.

Kepanikan pun bertambah ketika Golkar menyatakan dukungannya terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan kalah dalam Pilkada DKI. Dolly menilai, dukungan partai terhadap Ahok terkesan buru-buru dan hanya memenuhi kepentingan segelintir pihak.

Keputusan dukungan tersebut menurutnya juga bertentangan dengan ideologi partai Golkar yang nasionalis dan religius. “Ternyata terbukti kalah,” ujarnya.

Tak hanya itu, Hanta Yuda sebagai Direktur Eksekutif Poltracking pun mengakui kelemahan Golkar pada kepemimpinan Setya Novanto. Ia menilai, ada intervensi dari luar tubuh internal partai yang lebih dominan menentukan arah partai Golkar.

Menurutnya, kondisi saat ini berbeda jauh ketika Golkar di bawah kepemimpinan Akbar Tanjung. “Dulu di awal reformasi, di bawah Pak Akbar tidak seperti sekarang. Tapi semakin ke sini Golkar ditentukan faktor eksternal yang jauh lebih besar,” katanya.

Selain itu, banyak musuh yang berasal dari internal partai yang memengaruhi kinerja Golkar. “Kalau melawan dari luar itu sudah teruji. Tapi musuhnya dari dalam sendiri. Bagaimana kemampuan mengolah faksionalisasi, itu yang harus dikelola,” kata Hanta. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *