Unik, Informatif , Inspiratif

Akankah Pengungsi Rohingya Selamanya Menjadi Pengungsi?

0

Pengungsi Rohingya bukan saja menjadikan Banglades sebagai negara tujuan mengungsi. Tapi Juga India. Sayangnya di India keberadaannya tidak otomatis mendapatkan tanda identitas sebagai penduduk.

Di India, pengungsi Rohingya juga mendapatkan penolakan dari penduduk setempat. Secara bergerombol, mereka melakukan perjalanan mengungsi ke Banglades dari India, demi menghindari deportasi kembali ke Myanmar.

Lusinan Rohingya juga dideportasi dari Arab Saudi ke Bangladesh minggu lalu. Mereka ditangkap karena menggunakan paspor Bangladesh secara ilegal untuk melakukan perjalanan ke kerajaan.

BACA JUGA: Bangladesh dan Myanmar Segera Pulangkan 2.000 Pengungsi Rohingya November Ini

Rohingya selama beberapa dekade telah menghadapi penganiayaan dan pembunuhan berencana di Myanmar, yang menolak mengakui mereka sebagai warga negara dan menyebut mereka sebagai imigran ilegal “Bengali”.

Muslim Rohingya terkonsentrasi di negara bagian Rakhine. Tempat itu menjadi pusat serangan brutal tentara Myanmar pada Agustus 2017 yang oleh penyelidik PBB digambarkan sebagai genosida.

Setidaknya 720.000 Rohingya melarikan diri dari penumpasan berdarah dan memasuki Bangladesh untuk bergabung dengan sekitar 300.000 lainnya yang sudah tinggal di kamp pengungsi.

Amnesty International, di antara kelompok-kelompok hak asasi lainnya, telah mengecam India karena secara paksa memulangkan Rohingya ke Myanmar ketika penganiayaan di Rakhine sedang berlangsung.

BACA JUGA: Seratus Ribu Pengungsi Rohingya Akan Dipindahkan ke Suatu Pulau

Oxford Human Rights Hub mengatakan India dan Mahkamah Agungnya berada dalam “pelanggaran beberapa kewajiban hak asasi manusia internasional” ketika memutuskan untuk mendeportasi para pencari suaka Rohingya pada Oktober 2018.

“Di tengah meningkatnya gelombang nasionalisme Hindu, keputusan ini menimbulkan kekhawatiran,” kata Oxford Human Rights.[]

SUMBER: SINDONEWS


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.