Foto: Wikiwand

Akhir Tragis Legenda Putri Uighur

Dalam Buku Dinasti Qing, Sejarah Para Kaisar Berkucir 1616-1850 yang ditulis Michael Wicaksono terbitan Elex Media Komputindo, dikisahkan tentang akhir tragis nasib Selir Rong atau Nur Ela Nurhan, putri dari Xinjiang suku Uighur itu.

Saat Kaisar sedang melakukan sembahyang tahunan, Ibu suri memanggil Selir Rong ke istananya. Dia memerintahkan seluruh puri ditutup rapat dan dijaga ketat. Bahkan jika ada, Kaisar pun tak diizinkan masuk.

BACA JUGA: Legenda Putri Uighur yang Pilih Mati daripada Tidur dengan Kaisar China

Ibu Suri bertanya, “Apa sebenarnya keinginan Selir Rong?”

Jawabannya hanya sepatah kata. “Mati,” kata Selir Rong sambil berlinang air mata.

Ibu Suri mengabulkan permintaan itu. Dia memberi selendang putih dan membawa Selir Rong ke ruangan kosong di sebelah selatan istana. Selir Rong berlutut dan mengucapkan terima kasih sebelum mengakhiri hidupnya dengan menggantung dirinya.

Seorang Kasim atau pelayan istana yang mengetahui kejadian itu segera berlari ke Kuil Langit tempat Kaisar Qianlong bersembahyang. Qianlong berlari menuju kediaman Ibu Suri namun terlambat. Selir Rong sudah meninggal.

BACA JUGA: Disebut-sebut Punya Pusat “Cuci Otak” bagi Muslim Uighur, Ini Tanggapan Cina  

Kaisar memerintahkan jenazah selir kesayangannya itu diurus dengan baik dan dimakamkan khusus di Paviliun Taoran, di sebelah selatan Peking.

Versi yang berkembang di Masyarakat Uighur sedikit berbeda, namun tak kalah tragis. Sang Putri tak mati bunuh diri, tapi tewas karena diracun oleh Ibu Suri dan selir-selir Kaisar yang iri padanya.[]

SUMBER: MERDEKA


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Obbie Mesakh, Raja Pop 80-an

Hampir semua artis yang ia orbitkan berhasil menjual lebih dari 400.000 keping CD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *