Akhirnya Terkuak! Mengapa Spanduk Pecel Lele Sama Semua
Akhirnya Terkuak! Mengapa Spanduk Pecel Lele Sama Semua

Akhirnya Terkuak! Mengapa Spanduk Pecel Lele Sama Semua

INSPIRADATA. Apakah anda pecinta pecel lele atau pecel ayam? Untuk mendapatkan makanan lezat ini tentunya sangatlah tidak sulit, karena banyak sekali pedagang kaki lima yang menjualnya.

Namun pernahkah anda memperhatikan spanduk warung pecel lele dengan ciri khas spanduk putih bertuliskan ‘PECEL LELE/PECEL AYAM’. Meski secara detail tidak sama persis, tetapi komposisi yang dipakai bisa dibilang sama.

Jika tidak percaya coba anda perhatikan setiap spanduk pecel lele yang ada di jalanan. Pastinya terdapat gambar ayam, lele dan beberapa lauk lain yang ditulis banyak memiliki hal yang identik.

Latar belakang putih dengan gradasi warna oranye dan kuning serta garis tepi berwarna hijau juga menjadi identitas spanduk tersebut.

Lantas apa alasan di balik kemiripan tersebut?

Spanduk pecel lele skala nasional
Spanduk pecel lele skala nasional

Ternyata desain spanduk dari warung pecel juga soto Lamongan memang disengaja sama, sebagai ciri dari warung khas Lamongan, Jawa Timur.

Desain spanduk yang sudah menyebar dengan skala nasional ini dibuat dalam partai besar. Seratus meter kain bisa dipakai untuk 10 warung. Biasanya, tempat pembuatan menyebar dari mulut ke mulut.

Desainnya secara umum juga mengikuti yang sudah ada, sehingga spanduk yang dihasilkan memiliki kemiripan.

Awal Mulanya

Di Jakarta, sejak tahun 1952 sudah ada paguyuban bernama Forum Silaturahmi Putra Lamongan (Pualam).

Paguyuban yang bersifat umum ini memudahkan pengusaha kuliner asal lamongan untuk masuk ke dalamnya.

Bahkan mereka yang bergerak di bidang kuliner selalu mengadakan pertemuan rutin setiap bulannya.

Nah penggunaan spanduk yang seragam inilah yang dijadikan sebagai identitas mereka. Dan juga agar kelompok paguyunban mereka dikenal.

Pokoknya, ibarat anak motor, spanduk itu ibarat almamater yang menandakan bahwa makanan ini khas arek Lamongan.

Spanduk pecel lele dan soto khas Lamongan ini biasanya dibuat dengan cara dilukis. Namun, seiring bergesernya zaman, teknik-teknik pencetakan baru mulai dipakai.

Sumber: Berbagai sumber


Artikel Terkait :

About Nabila Maharani

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *