Unik, Informatif , Inspiratif

Beda Pilihan di Pilpres, AHY Singgung Masyarakat yang Fanatik

0

Perbedaan politik dalam Pilpres 2019 membuat Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono merasa prihatin. Pasalnya banyak rakyat yang bersikap fanatik.

AHY pun menyampaikan jika perbedaan pilihan ini sampai terbawa ke dalam grup Whatsapp, baik grup yang ada bosnya atau pun tidak ada bosnya.

BACA JUGA: Debat cawapres, TKN: Ma’ruf Amin Tampil dengan Gayanya

“Sayangnya karena perbedaan pandangan pilihan politik sering berdebat kusir, membela pilihan masing-masing secara subjektif dan membabi buta,” ujar AHY.

Menurut AHY, kini masyarakat tidak lagi bicara secara jujur. Bahkan tanpa sadar membaca atau bahkan ikut menyebarkan berita hoax karena tidak ada sikap objektif.

“Padahal menyebar hoax bisa berakibat hukum, tanpa sadar kita telah mencelakan diri kita sendiri. Lebih parah lagi, karena perbedaan ini, kita keluar, left grup karena jengkel, marah. Di luar akal sehat, bahkan ada anggota di-remove admin karena dinilai makar, mengganggu stabilitas politik di grup itu,” sambung AHY.

BACA JUGA: Sandiaga: Allah Sudah Catat Siapa Capres-Cawapres RI

Tidak jarang juga penggunaan warna, simbol jari pun langsung dihubungkan dengan persoalan dukung mendukung capres-cawapres tertentu.

“Ketika berfoto, bahkan kalangan perwira, turut jadi korban hoax, foto bersama (lalu berpose dengan simbol jari tertentu), dianggap dukungan ke paslon tertentu. Punumpang taksi online diturunkan hanya karena menggunakan kaos yang berbeda dengan pengemudinya, makam terpaksa dibongkar karena jenazah dipindahkan karena pemilik tanah pemakaman dan almarhum berbeda pilihan politiknya,” ucap AHY. []

SUMBER: VIVA


Artikel Terkait :
Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline