foto: indotrading.com

Akibat Polusi Air, Johor Dipasok Air Singapura

Dilandasi oleh semangat saling membantu antar negara tetangga, Badan pengairan Singapura memberi tambahan suplai air air olahan ke Malaysia pada minggu ini karena polusi mengganggu produksi pengolahan air di Johor.

“Produksi di pengolahan air Johor baru-baru ini terganggu oleh polusi air yang berasal dari sungai. Namun, lembaga pengairan Johor River Waterworks tidak terpengaruh oleh kejadian itu,” ujar seorang sumber dari badan pengairan Singapura, seperti diberitakan Channel News Asia, Minggu (6/1/2019).

BACA JUGA: Setiap Hari Air Laut Meminta Izin kepada Allah

Sesuai permintaan, Badan Pengairan Singapura yang berada di bawah naungan Public Utilities Board (PUB) membantu penduduk Johor menghadapi gangguan pasokan air dengan menghidupkan kembali pengambilan air dari pengolahan Pasir Gudang dan memasok tambahan 6 juta galon air per hari yang diolah antara tanggal 2 sampai 4 Januari 2019.

Suplai air ini lebih dari 16 juta galon air yang biasanya disuplai ke Johor. Menurut perjanjian pengolahan air tahun 1962, Singapura diharuskan memasok air yang diolah ke Johor sebanyak 5 juta galon.

Pada praktiknya, PUB telah memasok 16 juta galon air olahan ke Johor atas permintaan mereka.

Namun karena Johor membutuhkan lebih banyak air akibat pengolahan airnya mengalami polusi, maka antara 2 dan 4 Januari 2019, PUB juga telah memasok 6 juta galon air olahan lagi .

“Tahun lalu, kami juga memasok air tambahan lebih dari 16 juta galon selama 20 hari atas permintaan Johor,” ucap sumber tersebut.

PUB menambahkan, mereka telah memasok semua air olahan tambahan di atas 5 juta galon atas dasar iktikad baik dengan harga yang sama seperti perjanjian yang disepakati pada 1962.

Dilihat dari biayanya, sumber itu mengatakan, tarifnya adalah 50 sen per 1.000 galon, yang bisa dibilang jumlah kecil dari biaya pengolahan air.

BACA JUGA: Berapa Banyak Air yang Harus Diminum Ibu Hamil?

PUB menambahkan: “Hal ini telah dilakukan tanpa mengurangi hak-hak kami sesuai perjanjian pada 1962, yang tercatat sebagai kerja sama pengairan untuk jangka panjang di antara kedua negara,” tambah PUB.

PUB pun mengklaim bahwa sejauh ini pihaknya cukup responsif dalam membantu warga Johor untuk mengurangi dampak gangguan air yang mereka alami.

SUMBER: KOMPAS


Artikel Terkait :

About Kesit Susilowati

Check Also

Saudi Sepi karena Virus Corona, TKI Alman: Supir Taksi Nangis ke Saya 

Jalanan yang biasanya ramai dan macet oleh kendaraan, saat ini terlihat kosong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *