gaza
Foto: AFP

Aksi Palestina Kembali Panas, Empat Orang Tewas di Jalur Gaza

Dalam demonstrasi massa dan konfrontasi massal keempat, ribuan orang menggelar aksi protes di sepanjang perbatasan Jalur Gaza dengan Israel. Nahas, dalam rangkaian aksi protes tersebut, empat orang Palestina menjadi korban tembak mati oleh pasukan Israel.

“Kedua warga Palestina yang tewas ditembak di timur Jabaliya di utara Jalur Gaza,” kata Kementerian Kesehatan Palestina.

Di dekat pagar perbatasan, warga Gaza juga menerbangkan puluhan layang-layang yang beberapa membawa bom molotov dan satu dengan swastika yang dilukis di atasnya.

Hal itu merupakan taktik baru yang memicu setidaknya dua kebakaran kecil di wilayah Israel pekan ini.

“Baku tembak tentara Israel menewaskan seorang bocah laki-laki berusia 15 tahun dan dua pria muda, berusia 24 dan 25 tahun, di Gaza utara,” kata petugas bantuan, dan seorang warga Palestina berusia 29 tahun ditembak mati di selatan daerah kantong pantai.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, kematian terakhir itu menyebabkan 38 korban tewas ditembak pasukan Israel sejak 30 Maret 2018, sementara ratusan lainnya juga terluka.

Pihak Israel mengatakan pihaknya hanya melepaskan tembakan ketika diperlukan untuk menjaga perbatasannya dan mencegah kekerasan, tetapi tidak ada orang Israel yang terluka.

Mereka juga mengatakan, telah menyampaikan aturan-aturannya yang bisa disimak warga Palestina.

Aksi protes itu dilihat Israel sebagai tantangan bagi pasukan keamanannya.

Oleh karena itu, pesawat militer Israel menjatuhkan selebaran di daerah perbatasan pada Jumat (20/4/18) pagi, memperingatkan agar tidak ada yang mendekati pagar.

Ditujukkan kepada gerakan demonstran Islam yang mengisi Jalur Gaza, selebaran itu mengatakan, “Anda berpartisipasi dalam kerusuhan besar. Organisasi teror Hamas mengambil keuntungan dari Anda untuk melakukan serangan teror.”

“Jauhi pagar dan jangan mencoba untuk merusaknya menggunakan senjata dan melakukan tindakan kekerasan terhadap pasukan keamanan Israel dan warga Israel.”

Dilansir dari MediaIndonesia, jumlah pengunjuk rasa pada Jumat (20/4/18) terhitung lebih rendah dari tiga minggu sebelumnya, tetapi masih dalam ribuan.

Di antara ribuan yang berkumpul untuk memprotes, setidaknya ratusan orang mendekati pagar dan melemparkan batu dan membakar ban.

Pasukan Israel menggunakan gas air mata selain senapan api.

Militer Israel mengatakan sekitar 3.000 warga Palestina terlibat dalam kerusuhan, mencoba mendekati infrastruktur keamanan, membakar ban yang berdekatan dengannya dan mencoba menerbangkan layang-layang yang dilekatkan dengan bahan peledak. []


Artikel Terkait :

About matiar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *