Foto: News Week

Aktivis di Aleppo: Kami Dokumentasikan Setiap Kejahatan Perang dan Serangan Kimia, Ini Terjadi Secara Real Time di Mata Dunia

Foto: News Week

INSPIRADATA. Ketakutan masyarakat akan serangan balas dendam tampaknya telah menjadi kenyataan. PBB melaporkan bahwa lebih dari 80 warga sipil Aleppo telah dibunuh dengan kejam oleh pasukan pro-rezim Asad dalam 48 jam terakhir.

Tentara rezim Asad dan milisi Syiah sekutunya telah memasuki rumah-rumah penduduk setelah mereka merebut wilayah dan mengeksekusi warga di tempat.

“Laporan yang kami punya, orang-orang ditembak di jalan saat mencoba melarikan diri dan ditembak di rumah mereka,” ujar Rupert Colville, juru bicara badan Hak Asasi Manusia PBB.

Dilansir Arrahmah, Rabu (14/12/2016), sekitar 11 perempuan dan 13 anak dibunuh di empat lingkungan yang berbeda. Satu keluarga berjumlah delapan orang dieksekusi di rumah mereka di lingkungan Bustan Al-Qasr setelah menolak untuk pergi.
Lebih dari 6.000 pria dan anak laki-laki telah dilaporkan hilang sejak pertengahan November, setelah melintasi Aleppo timur ke sisi barat yang dikuasai oleh rezim.

Seorang pekerja LSM mengatakan kepada Telegraph pekan lalu bahwa ia dibawa pergi oleh petugas dinas rahasia setelah namanya terdapat dalam daftar.

Pasukan rezim Asad dan sekutunya telah berupaya keras untuk merebut kembali seluruh kota Aleppo dalam satu bulan terakhir. Ratusan orang telah tewas dalam penembakan dan pemboman sejak ofensif dimulai.

Namun, warga sipil telah hidup di bawah pengepungan, dengan sedikit makanan atau perawatan medis sejak Agustus, ketika tentara brutal pro-rezim menduduki jalan terakhir untuk keluar. Warga telah memohon kepada pemerintah asing untuk campur tangan.

“Dalam pembantaian lain dan dalam perang lain, seperti Srebrenica, mereka dapat mengklaim bahwa mereka tidak tahu,” ujar aktivis Monther Eatky.

“Mereka tidak bisa mengklaim itu di sini. Kami telah mendokumentasikan setiap kejahatan perang, setiap serangan kimia. Ini terjadi secara real time di depan mata dunia.”Tapi tetap saja mereka tidak melakukan apapun.”

AS yang selama lima tahun terakhir menyeru untuk menghapus Asad, terus tidak bersuara dan menjadi bernegosiasi dengan Rusia mengenai bagaimana warga sipil yang tersisa di wilayah oposisi harus dievakuasi.

Setengah hati pendekatan Barat terhadap perang Suriah-memberikan sedikit dukungan kepada pasukan oposisi, tapi tidak pernah cukup untuk mengalahkan rezim atau Rusia sekutunya-adalah kegagalan sejati, menurut pengamat Timur Tengah Peter Apps berpendapat. []


Artikel Terkait :

About Tia Apriati Wahyuni

Check Also

Rahasia Televisi, Bisa ‘Membius’ Otak

TV merupakan contoh yang sangat baik sekali bagaimana perangkat ini mempengaruhi pikiran Anda sebagai akibat pengaruh yang ditimbulkannya kepada otak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *