Unik, Informatif , Inspiratif

Al-Qur’an sebagai Penuntun Ilmu Pengetahuan

0 369

Al-Qur’an diturunkan sebagai pedoman hidup yang tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya. Al-Qur’an juga berisi banyak informasi ilmiah yang sangat bisa digunakan untuk menuntun kemajuan ilmu pengetahuan.

Akan tetapi, bila ayat-ayat al-Qur’an yang mengandung pesan ilmiah diutarakan kepada para ilmuwan yang tidak meyakini keberadaan Tuhan yang menciptakan alam semesta, yang terjadi adalah sebuah pertarungan dan pertaruhan. Yaitu, pertarungan antara fakta ilmiah yang mereka ungkapkan dengan kandungan makna ayat-ayat al-Qur’an, serta pertaruhan kapasitas dan reputasi keilmuwan mereka.

Keduanya akan menghasilkan hal positif bila mereka adalah orang-orang yang memiliki hati dan pikiran yang terbuka. Akan tetapi, bila mereka memiliki hati dan pikiran yang tertutup, semua penelitian yang mereka lakukan tidak akan menuntun mereka kepada kebenaran sesungguhnya.

Di hadapan semua kebenaran al-Qur’an yang telah mampu diungkap oleh ilmu pengetahuan modern, para ilmuwan terbagi menjadi dua kelompok: kelompok pertama, ilmuwan yang percaya dan langsung beriman. Seperti prof. Tagada Sahlul dari Universitas Chiang Mai.

Dia beriman setelah apa yang dia teliti selama bertahun-tahun, yaitu tentang lapisan kulit manusia yang memiliki peran dalam merasakan sakit ketika dicubit, atau panas udara. Padahal hal itu telah lebih dulu dimuat dalam al-Qur’an. Pada ayat yang membahas tentang kulit para penghuni neraka yang selalu diganti dengan yang baru tiap kali kulit itu hangus terbakar. Ayat ini terdapat pada surah an-Nisa ayat 56.

Yang lebih mencengangkan lagi, pada ayat tersebut sangat jelas mencantumkan kata li yadzuuqul adzaab (supaya mereka merasakan azab). Sebab, bila lapisan terluar dari kulit itu hangus terbakar, ia tidak lagi bisa merasakan apa-apa meskipun di bakar.

Salah seorang ilmuwan lain cukup fenomenal dan terkenal di kalangan akademisi barat adalah, Dr. Maurice Bucaille. Dia dikenal karena bukunya yang bagi kalangan ilmuwan barat dianggap kontroversional, La Bible Le Coran Et La Science (Bibel, Qur’an dan Sains Modern).

Dalam buku itu dia mengungkapkan banyak hal yang tidak biasa dikaji oleh para ilmuwan barat. Dia juga mempelajari al-Qur’an dan merasa heran, karena menemukan banyak fenomena alam yang dijelaskan dalam al-qur’an yang hanya dapat dipahami dengan pengetahuan modern.

Di akhir salah satu pembahasannya tentang angkasa, dia menulis, “Jika kita menghadapkan teks al-Qur’an dengan sains modern, kita akan terpesona dengan ketepatan yang tak mungkin kita duga akan dibawa oleh pikiran seorang manusia (Muhammad SAW) yang hidup 14 abad yang lalu.”

Selama lebih dari empat puluh tahun, Dr. Maurice Bucaille menghabiskan waktu untuk mengkaji sains dan meneliti kitab suci agama-agama samawi. Lewat bukunya itu, dia membuktikan kata per kata dari ayat-ayat al-Qur’an tidak ada yang bertentangan dengan sains modern. Hal itu membuktikan otentitas dan keorisinilannya yang masih terpelihara. Berbeda dengan kitab lain yang mengandung banyak hal yang bertentangan dengan sains modern.

Kelompok kedua adalah para ilmuwan yang sebenarnya mereka telah menemukan banyak hal yang sesuai dengan apa yang diisyaratkan oleh ayat-ayat al-Qur’an, tetapi mereka memilh untuk tidak beriman. Jumlah anggota kelompok ini lebih banyak.

Bahkan, di antara mereka ada yang sangat ekstrim, menutup-nutupi hasil penemuan dan memutarbalikan fakta ilmiah yang tidak relevan dengan fenomena sesungguhnya.

Kelompok ini terdiri dari orang-orang yang hatinya telah tertutup, tidak lagi mampu melihat kebenaran, dan terkunci mati. Dalam beberapa ayat al-Qur’an, Allah SWT menyebut kelompok ini lebih hina dari binatang paling hina di muka bumi, karena memiliki hati yang lebih keras dari batu. Naudzubillah. []

Sumber: Kerajaan Al-Qur’an/Hudzaifah Ismail/Penerbit: Penerbit Almahira/2012

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline