Unik, Informatif , Inspiratif

Albert Einsten Lebih Suka Dipermalukan Ketimbang Belajar Bahasa Ibrani

0

ALBERT Einstein dianggap sebagai seorang ilmuwan ilmuwan terbesar abad ke-20. Penemu hukum relativitas ini begitu terkenal, bahkan keterkenalannya melampaui ketenaran semua ilmuwan dalam sejarah. Bahkan dalam budaya populer, kata Einstein dianggap bersinonim dengan ‘kecerdasan’ atau bahkan ‘genius.’ Wajahnya merupakan salah satu yang paling dikenal di seluruh dunia.

Namun siapa sangka, di balik kejeniusannya itu, ‘Om Albert’ masih menyisakan sebuah pertanyaan yang belum bisa ia jawab selama 50 tahun. Tak hanya itu, Einstein juga memilih lebih suka dipermalukan lantaran ‘emoh’ memelajari bahasa Ibrani, yang merupakan bahasa Yahudi.

BACA JUGA: Misteri Kalimat Albert Einstein Sebelum Meninggal yang Belum Terpecahkan

Kedua hal itu terungkap setelah Universitas Ibrani Yerusalem di Israel merilis manuskrip ilmuwan Albert Einstein. Total ada 110 tulisan yang diperoleh universitas bersama Crown-Goodman Family Foundation of Chicago. Semuanya baru diterbitkan untuk pertama kali dalam rangka menandai hari lahir Einstein yang ke-140 pada 14 Maret.

Seperti dilansir dari media Israel, Haaretz, Kamis (7/3/2019), Einstein pada 12 Desember 1951 pernah menulis surat yang isinya pengakuan bahwa dia masih belum berhasil memahami sifat kuantum cahaya selama 50 tahun mencurahkan pemikiran fisikanya.

“Lima puluh tahun mencurahkan pemikiran belum membawa saya untuk lebih dekat pada pertanyaan apa itu partikel cahaya. Hari ini setiap orang bodoh berpikir dia tahu jawabannya, tetapi dia sebetulnya membodohi dirinya sendiri,” tulis Einstein dalam surat itu.

Einstein juga pernah menulis surat untuk sahabat karibnya, Michele Angelo Besso. Dalam surat, dia menulis soal dirinya yang tidak bisa berbahasa Ibrani, bahasa nenek moyang Yahudi. Ia merasa malu karena tidak tahu bahasa Ibrani. Namun, peraih Nobel Fisika 1921 itu lebih suka dipermalukan ketimbang memelajari bahasa tersebut.

“Sebagai seorang goy (non-Yahudi), Anda tak wajib memelajari bahasa nenek moyang kita. Sementara saya sebagai santo Yahudi, harus malu pada kenyataan bahwa saya hampir tidak tahu apa-apa, tetapi saya lebih suka dipermalukan daripada memelajarinya,” tulis Einstein dalam surat.

BACA JUGA: Jauh Sebelum Einstein, Alquran Telah Jelaskan Relativitas Waktu

Surat Einstein kepada Besso, yang menjadi salah satu dari 110 manuskrip itu, ditulis dalam bahasa Jerman. Surat ini diperoleh Universitas Ibrani Yerusalem dari seorang kolektor pribadi asal North Carolina, AS.

Besso meninggal dunia pada 1955. Saat itu Einstein menyatakan, “Sekarang dia (Besso) telah meninggalkan dunia yang aneh ini sedikit di depan saya. Ini tidak berarti apa-apa. Orang-orang seperti kita, yang percaya pada fisika, tahu bahwa perbedaan antara masa lalu, sekarang dan masa depan hanya ilusi yang keras kepala.” []

SUMBER: REPUBLIKA | HAARETZ


Artikel Terkait :
Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline