Unik, Informatif , Inspiratif

Allah Memberi Kepuasan terhadap Orang-Orang Zalim yang Bertobat pada Hari Kiamat

0

Ibnu Abi Dunya mengatakan, “Abdullah ibn Muhammad ibn Ismail menceritakan:‘Aku mendengar bahwa Allah Ta’ala mewahyukan kepada seorang nabi: 

Demi Dzat-Ku, tidaklah orang berbuat tabah karena Aku, tidaklah mereka bersusah payah untuk mencari ridha-Ku, apakah menurutmu Aku lupa akan amal mereka?

Bagaimana bisa sementara Aku adalah Tuhan yang paling Penyayang kepada makhluk-ku.

Jika Aku tergesa-gesa memberikan siksa kepada seorang makhluk atau siksaan mereka bagian dari sifat-Ku, Aku pasti telah mempercepatnya bagi orang-orang yang putus asa dari rahmat-Ku.

BACA JUGA: 5 Macam Syafaat Rasulullah bagi Umatnya pada Hari Kiamat

Andai hamba-hamba-Ku yang beriman melihat bagaimana Aku menakuti mereka terhadap orang yang mereka zalimi kemudian Aku putuskan kepada orang yang memberi dengan abadi dan kekal di sisi-Ku, karena apa yang mereka ragukan adalah anugerah dan kemurahan-Ku’.”

Hal ini berlaku bagi sebagian orang yang tidak hendak disiksa oleh Allah, tetapi hendak dimaafkan dan diampuni serta diridhai oleh musuhnya.

Bisa jadi pula hal ini untuk orang-orang zalim yang telah bertobat.

Pasalnya, hal ini sesuai dengan firman Allah:

“Sesungguhnya, Allah Maha Mengampuni orang-orang yang bertobat.” (QS. Al-Isrâ`: 25)

Al-awwâb adalah orang yang meninggalkan dosa secara total dan tidak pernah mengulang lagi.

Demikian takwil yang disuguhkan oleh Abu Hamid danini adalah takwil yang bagus.

Bisa juga hal ini terjadi pada orang yang memiliki simpanan kebaikan berupa amal saleh, yang diampuni oleh Allah karena amal tersebut dan diridhai oleh para musuhnya, seperti yang telah dijelaskan terdahulu.

Makna lahir dari hadis Anas adalah bahwa musuh pada saat Kiamat itu ada dua, karena lafal hadis berbunyi “dua orang laki-laki.”

Lafal tatsniyah (dua) itu tidak berarti jamak, kecuali riwayat hadis yang berbunyi: “Perumpamaan orang munafik itu seperti domba yang menyeberang di antara dua kambing.” (HR. Muslim)

BACA JUGA: Pembicaraan Allah kepada Hamba secara Langsung pada Hari Kiamat

Hadis ini tidak terkait dengan tema ini. Andai pengampunan dan ridha ini berlaku bagi semua orang, pasti tidak ada seorang pun yang masuk neraka. (Hadis Sahih)

Wallahu a’lam bishawab. []

Sumber: Tadzkirah | Karya: Imam al-Qurthubi | Penerbit: Qisthi Press


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.