Taufiequrachman Ruki dan Johan Budi

Alumni KPK Menyambangi Gedung KPK Membahas Hak Angket dan Novel Baswedan

INSPIRADATA. Taufiequrachman Ruki dan Johan Budi selaku mantan Pimpinan KPK menyambangi gedung KPK. Kedatangan mereka dilandasi oleh polemik yang saat ini sedang menerpa KPK, mulai dari hak angket serta kasus yang menimpa penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Demikian disitat dari Liputan6, Jumat (5/5/2017).

“(Membahas) segala macam hal untuk mencermati kondisi KPK dan kondisi di luar terkait masalah organisasi KPK, seperti hak angket dan penzaliman terhadap Novel Baswedan,” ujar Ruki di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan.

Ruki menuturkan bahwa kedatangannya bersama Johan Budi sekaligus menjalin kembali tali silaturahmi dengan pimpinan KPK yang sekarang, karena bagaimanapun juga Ia dan Budi adalah bagian dari KPK juga.

“Kami para alumni adalah bagian dari masyarakat. Itu bagian dari publik yang sangat peduli. Karena itu kita punya akses maka kita membuka komunikasi,” tutur Ruki.

Sementara, Johan Budi ketika ditanya alasannya datang ke gedung KPK adalah untuk berdisuksi mengenai persoalan-persoalan yang sedang dihadapi oleh KPK

“Kami warga alumni KPK ingin ikut membantu sebagai pribadi-pribadi yang memberi masukan. Mungkin bisa didiskusikan apa yang bisa berikan, sumbangsih pikiran para alumni yang dulu pernah di KPK, mungkin pengalaman itu bisa di-sharing ke pimpinan KPK yang sekarang,” tandas Juru Bicara Presiden itu.

Johan Budi mengungkapkan bahwa pertemuan yang terjadi berjalan dengan santai, bahkan di akhir pertemuan mereka melakukan makan bersama di kantor KPK.

“Cukup akrab, pertemuan antara alumni dengan pimpinan KPK, kemudian diakhiri dengan makan bersama. Lauknya ada soto, soto bangkong,” tandas Johan. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *