Unik, Informatif , Inspiratif

Amalan Nisfu Sya’ban menurut Ustadz Abdul Somad

0

Jelang bulan suci Ramadhan umat Islam biasanya akan mulai meningkatkan amalan-amalan ibadahnya pada bulan Sya’ban, khususnya pada malam Nisfu Sya’ban atau malam pertengahan bulan Sya’ban yang akan dimulai sejak maghrib, Senin (30/4/18), hari ini.

Pasalnya, pada bulan Sya’ban, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam lebih banyak menjalani ibadah puasa daripada bulan-bulan lainnya selain Ramadhan.

Sebagian besar umat Islam juga banyak yang antusias menyambut malam Nisfu Sya’ban yang diketahui memiliki banyak keistimewaan, di antaranya adalah Allah akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya, kecuali orang yang menyekutukan Allah dan yang bertengkar hingga saat malam Nisfu Sya’ban belum juga berdamai.

Pada malam Nisfu Sya’ban, umumnya kaum muslimin serentak mendatangi masjid untuk melakukan serangkaian ritual ibadah, mulai dari pembacaan zikir, tilwah Alquran, hingga shalat secara berjamaah.

Adapun terkait puasa pada siang harinya bulan Sya’ban, menurut Ustad Abdul Somad dalam video ceramahnya, hadis tentang puasa pada siang hari saat Nisfu Sya’ban adalah daif atau lemah, tetapi boleh saja kita lakukan jika ingin berpuasa.

“Kalau mau, silakan saja, apalagi jika untuk kebaikan bersama, tetapi hadisnya lemah. Hadis puasa di bulan Sya’ban yang kuat adalah berpuasa di bulan-bulan haram atau mulia, yaitu Zulhijjah, Zulkaidah, Rajab, dan Sya’ban dan Allah akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya di malam Nisfu. Jadi, ini hadisnya umum bulannya, tak khusus dijelaskan harus di saat Nisfu Sya’ban, tetapi di bulan-bulan haram,” jelasnya.

Terkait amalan pada malam Nisfu Sya’ban, apakah ada shalat sunah Nisfu Sya’ban?

Ustaz Abadul Somad menjawab bahwa secara khusus tak ada.

Ia menjelaskan, pada malam itu umat muslim dianjurkan untuk melakukan amalan sunah apa saja.

“Mau shalat sunah, silakan. Shalat sunahnya apa saja, terserah,” bebernya seperti dikutip Tribunnews.

Adapun tata cara puasa Nisfu Sya’ban sama saja dengan puasa-puasa lainnya, yaitu mengucapkan niat pada malam sebelumnya, besok subuhnya makan sahur, mulai berpuasa sejak azan subuh, dan berbuka saat matahari tenggelam atau magrib.

Ada pun niat berpuasanya adalah seperti ini: nawaitu shauma syahri sya’bana sunnatan lillahi ta’ala (sengaja aku berniat puasa sunah bulan Sya’ban karena Allah Ta’ala). []

 


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.