Unik, Informatif , Inspiratif

Anak yang Keras Kepala? Ini Cara Menghadapinya

0

Andai anak kita ‘sebuah’ robot, kita akan mudah sekali mengendalikan, dan mengontrolnya. Melakukan hal-hal yang kita inginkan. Tapi anak kita, bagaimanapun bukan robot, dan karenanya kita mencintainya dengan cara yang luar biasa.

Namun, kebanyakan dari kita tak sabar dengan tipe keras kepala anak. Jadi bagaimana kita menghadapinya? Tak mungkin kan kita menjadikannya robot?

Dilansir dari momjunction.com, sifat keras kepala pada anak bisa muncul karena faktor genetik. Tapi bisa juga karena perilaku keras kepala adalah perilaku dapatan (acquired behavior). Anak keras kepala cenderung suka melakukan sesuatu karena inginnya sendiri, tak mau menuruti orang lain, dan selalu membantah bila diarahkan. Untuk menghadapi dan menangani anak yang keras kepala ini, ada empat tips dan cara yang bisa kita coba.

BACA JUGA: Kesehatan Anak Muda Kini Lebih Rapuh Dibanding Orangtuanya, Ini Sebabnya

1. Jangan Langsung Mendebatnya

Bersabarlah, untuk tidak mendebatnya. Walau kita tahu, kitalah yang benar. Coba dengarkan dulu perkataannya. Dengarkan alasannya, baru setelah itu kita bisa mengajukan cara dan memberi arahan yang bisa diterima oleh logikanya.

2. Menyediakan Pilihan

Ingat anak kita bukan robot. Anak bisa memiliki cara berpikirnya sendiri dan tak suka disuruh-suruh. Kita bisa mengarahkan kekeras kepalanya dengan gaya memberikan pilihan. Sebagai contoh, kita menyuruh anak untuk tidur pukul 21.00 tapi dia selalu saja bilang, “Tidak!” Di sini kita bisa membujuknya dengan menawarkan pilihan, mau baca buku dongeng A atau buku cerita B. Begitu anak sudah bisa memberikan perhatiannya, kita akan lebih mudah untuk mengarahkannya dan memberinya intruksi.

3. Melakukan aktivitas bersama

Saat dia merasa tidak senang dan terganggu dengan pendekatan kita, dia bisa makin berontak. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan ikut terlibat dalam aktivitasnya. Misalnya, ketika sudah saatnya untuk membereskan mainan, kita bisa mengajaknya berkompetisi siapa yang paling cepat memasukkan mainan kembali ke dalam kotak penyimpanan. Trik ini bisa sangat membantu anak untuk mendapatkan kesan fun dalam kegiatan yang dilakukannya. Dia akan lupa dengan prinsip ‘tak mau diaturnya’.

BACA JUGA: Hingga Saat Ini Hak Asuh Anak Sering Diabaikan

4. Bernegosiasi

Terkadang kita perlu juga melakukan negosiasi dengan anak. Negosiasi di sini bukan berarti kita harus selalu memberikan atau memenuhi semua yang diinginkannya. Kalau misalnya anak tidak mau tidur tepat pukul 21.00, coba atur kembali jadwal tidur yang sesuai keinginannya dan bisa kita sepakati. Jadi, tidak ada yang saling memaksakan kehendak di sini. Tapi begitu sudah membuat kesepakatan, harus benar-benar diikuti dan ditepati.

Sebagai orang dewasa di lingkungannya, menghadapi anak tipe keras kepala kita memang perlu siasat. Seperti trik diatas. Silahkan mencoba.[]

SUMBER: LIPUTAN6


Artikel Terkait :
Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline