Unik, Informatif , Inspiratif

Ancaman bagi Orang yang Tidak Ikhlas dalam Mencari Ilmu

0

Ikhlas merupakan salah satu syarat diterimanya suatu amal di sisi Allah. Amalan yang dikerjakan dengan ikhlas semata-mata mengharap ridha Allah dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah maka insya Allah amal tersebut bernilai pahala yang akan mengantarkan pada keridhaan Allah.

Namun, sebaliknya jika suatu amal dikerjakan secara tidak ikhlas dan tidak pula sesuai dengan tuntunan Rasulullah, sudah barang tentu amalan tersebut tertolak.

Bahkan, lebih dari itu, tak hanya tertolak, pelakunya pun mendapat ancaman yang sangat keras dari Allah subhanahu wa ta’ala.

BACA JUGA: 3 Cara Meraih Ikhlas dari Amalan Ramadan

Termasuk juga dalam mencari ilmu, al-Hafizh al-Mundziri telah menghimpun banyak hadis berisi ancaman bagi orang yang mencari ilmu, tetapi bukan karena Allah.

Berikut adalah sebagian dari hadis-hadis tersebut.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللهِ تَعَالَى لَايَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لَيُصِيْبَ بِهِ عِرْضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عُرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَعْنِى رِيْحَهَا. (رواه أبو داود وابن ماجه وابن حبان فى صحيحه، والحاكم وقال: صحيح على شرط البخارى ومسلم

Dari Abu Hurairah r.a., ia menceritakan, “Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda:‘Siapa yang belajar suatu ilmu untuk mencari ridha Allah subhanahu wa ta’ala, tetapi ia tidak mencarinya, kecuali untuk digunakan mendapat harta dunia maka ia tidak akan mencium bau surga pada hari Kiamat, yaitu baunya’.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam Shahîhnya, serta al-Hakim dan ia berkata, “Hadis sahih menurut syarat Bukhari dan Muslim.”)

Dari Jabir, ia bercerita bahwa Rasulullah bersabda,

وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَاتَعَلَّمُوْا الْعِلْمَ لِتُبَاهُوْا بِهِ الْعُلَمَاءَ وَلَا تُمَارُوْا بِهِ السُّفَهَاءَ، وَلَا تُخَيِّرُوْا بِهِ الْمَجَالِسَ، مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَالنَّارُ النَّارُ. (رواه ابن ماجه وابن حبان فى صحيحه والبيهقى

“Janganlah kamu belajar ilmu untuk menyaingi ulama, jangan pula untuk mendebat orang bodoh, dan jangan pula untuk menarik perhatian orang-orangdi majelis. Siapa yang berbuat demikian, maka neraka…neraka.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dalam Shahîhnya, serta al-Baihaqi)

BACA JUGA: Dua Golongan Penghuni Neraka yang Belum Pernah Rasulullah Lihat Sebelumnya Ini Marak di Akhir Zaman

Dari Ibnu Umar, dari Rasulullah, beliau bersabda,

وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا لِغَيْرِ اللهِ أَوْ أَرَادَ بِهِ غَيْرَ اللهِ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Siapa yang belajar ilmu bukan karena Allah atau ia maksudkan untuk selain Allah maka hendaklah ia siapkan tempat duduknya dari neraka.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

 

Wallahu a’alam bishawab. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.