Unik, Informatif , Inspiratif

Ancaman di Usia 40

0 56

Namanya Pak Maman. Beliau seorang pengusaha sukses separuh baya. Usianya kurang lebih antara 43 sampai dengan 48 tahunan. Ia memiliki kelebihan berat badan dan jarang sekali berolahraga. Mungkin karena sibuk dengan bisnisnya. Katanya, sebagian besar kebiasaan orang sukses menomorduakan pola hidup sehat.

Pagi itu, di jok belakang mobil mewahnya yang sedang dikemudikan supir untuk menuju ke kantor perusahaannya, ia merasakan sakit dari dada sebelah kiri menuju ke arah lengan dan tangan kiri. Keringat dingin segera saja bercucuran membahasi sekujur tubuhnya. Setelan kerjanya yang terbalut jas pantalon, basah kuyup. Pak Maman mulai merasakan adanya tindihan yang berat di atas dadanya. Perlahan ia menyadari bahwa ia semakin sukar bernafas. Pak Maman dilanda kepanikan.

BACA JUGA: Lakukan 5 Kebiasaan Ini Untuk Merawat Kesehatan Mata

Tak lama kemudian, Pak Maman kehilangan kesadaran. Supir yang melihat kondisi Pak Maman melalui kaca spion segera membawa Pak Maman ke Unit Gawat Darurat rumah sakit terdekat. Dari hasil pemeriksaan sementara, dokter jaga yang bertugas saat itu menduga Pak Maman terkena serangan penyakit jantung koroner. Untung saja, Pak Maman segera mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. Ia selamat dan terhindarkan dari kematian.

Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan adanya peningkatan beberapa kadar kimiawi tertentu pada darah Pak Maman. Parameter laboratories yang meningkat cukup tajam itu antara lain adalah kadar kolesterol total, trigliserida, dan homosisten. Tekanan darahnya juga agak tinggi. Dua kali pengukuran yang dilakukan oleh perawat, tercatat tekanan darah Pak Maman 165/105. Berarti, tekanan darahnya sudah melebihi batas normal di usianya.

Apa yang sesungguhnya terjadi pada Pak Maman? Kejadian ini bukanlah kejadian mendadak yang terjadi begitu saja. Tentunya Semua proses yang terakumulasi selama bertahun bahkan belasan tahun ke belakang menjadi gejala penyakit jantung koroner itu boleh jadi merupakan akibat dari ulah Pak Maman sendiri.

Bertahun-tahun ia mengonsumsi menu makan yang tidak seimbang, miskin serat, kaya garam, dan tinggi kolesterol yang dipadupadankan dengan jarangnya ia melakukan aktivitas fisik atau olahraga yang teratur, serta dibumbui dengan tingkat ketegangan dan stress yang terus-menerus. Maklumlah, Pak Maman termasuk salah seorang pengusaha tersukses di negeri ini.

Semua faktor pencetus tersebut masih diperparah lagi dengan kebiasaan merokoknya yang sulit untuk dikendalikan, apalagi dihentikan. Kadar garam yang tinggi disertai dengan kurangnya kandungan serat di makanan akan mengakibatkan terjadinya peningkatan tekanan darah yang disertai dengan meningkatnya kadar kolesterol atau lemak darah. Sel-sel makrofag yang bertugas untuk menghantarkan lemak dari sekujur tubuh untuk diolah kembali di hati kewalahan, akibatnya mekanisme kerja system tubuh lain yang terkait dengan tugasnya terganggu pula. Sel-sel makrofag berlemak ini disebut sebagai sel busa (foam cell).

BACA JUGA: Biji Semangka, Ternyata Baik untuk Kesehatan Lho!

Seiring dengan tingginya tekanan darah, aliran darahpun akan semakin deras. Tingkat kederasan aliran darah ini akan melampaui batas toleransi dinding pembuluh darah jika diperberat dengan tingkat kekentalan (viskositas), dan paktor sel diding pembuluh darah (sel endotel) yang tidak optimal kondisinya. Akibatnya, pada beberapa daerah tikungan yang bersudut cukup tajam akan terjadi proses penggerusan yang lambat laun akan menimbulkan kecedaraan (luka).

Daerah arus aliran darah paling deras dan pembuluhnya berliku-liku adalah di daerah pembuluh darah yang bernama pembuluh koroner, alias pembuluh darah yang bertugas sebagai jalur distribusi penyuplai nutrisi dan oksigen otot-otot jantung sendiri. Kerusakan pada pembuluh darah koroner ini biasanya akan berakibat munculnya penyempitan dan sumbatan pembuluh darah. Tentunya akan berbeda cerita jika Pak Maman menerapkan pola hidup yang sehat seperti, konsumsi herbal dalam keseharian, berbekam dengan teratur, berolahraga dengan teratur, berpikir positif.

Pak Maman-Pak Maman lain sedang menunggu gilirannya dalam diri kita jika kita tidak punya pola hidup sehat. Allahu alam bi shawwab. []

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline