rokok, Anda Ingin Berhenti Merokok? Coba Tips Ini (1)
Unik, Informatif , Inspiratif

Anda Ingin Berhenti Merokok? Coba Tips Ini (1)

0

 

Oleh: Herman Apriadi

Terhitung dari saya mulai berhenti merokok. Ini adalah kali ketiga, saya berbagi tips dan motivasi bagaimana caranya berhenti merokok.

Baca saja dulu, ini nggak bayar, jadi nggak mungkin rugi. Soal waktu, InsyaAllah, nanti Allah ganti. Berhentinya kalau tidak bisa sekarang, ya nanti. Yang penting, itu tadi, baca dulu.

Pertama-tama saya mau berbagi kebahagiaan. Perasaan saya sekarang ini tengah berbahagia. Karena setelah adik saya, beberapa bulan yang lalu Bapak saya memproklamasikan kemerdekaannya dari belenggu rokok. Tekad beliau itu diawali dengan membuang dua bungkus rokok terakhir.

Alhamdulillah. Do’ain ya biar beliau istiqomah. Aamiin

Tadi sudah saya sampaikan, kalau tidak bisa sekarang, ya nanti. Hanya saja harus dipastikan, kalau berhentinya itu harus.

Satu setengah tahun lebih saya sudah terlepas dari rokok. Diskusi dengan bapak saya perihal rokok hanya sekali. Saya lupa kira-kira setahun yang lalu. Terang-terangan saya mengajak beliau untuk ikuti saya, meninggalkan rokok. Ya dari sisi ekonomi, kesehatan dan agama sudah terjadi perdebatan di sana. Hasilnya? Nihil. Tapi itu waktu dulu. Kalau sekarang Alhamdulillah, ada hasilnya, walau memakan waktu satu tahunan lebih lamanya.

Memang contoh nyata itu lebih baik daripada sekadar ajakan. Nah sekarang Anda lah yang jadi contoh nyata nantinya, secepatnya InsyaAllah.

Langsung saja, ini tipsnya:

Pertama, tidak usah niat berhenti merokok. Tapi ganti dengan niat yang lebih penting daripada berhenti merokok. Maksudnya bagaimana?

Contohnya seperti ini. Sholat, kerja, mandi dan lain-lain, tidak akan terlaksana kalau tidak ada niat. Tapi yang tidak kita niatkan, justru bisa terlaksana juga. Kok bisa? Contohnya begini :

“Sebenarnya saya tidak punya niat untuk mandi. Tapi karena harus kerja, makanya mandi.”

Artinya niat bekerja yang menyebabkan mandi.

“Sebenarnya saya tidak ada niat untuk kerja. Tapi karena harus memenuhi kebutuhan, makanya saya kerja.”

Artinya niat untuk memenuhi kebutuhan yang menyebabkan bekerja. Karena kerja, ya jadinya mandi.

Atau contoh lain seperti, “Sebenarnya saya tidak ada niat untuk sholat. Tapi karena saya ingin surga dan takut neraka, juga segala aktifitas saya inginnya berkah, makanya saya sholat.”

Artinya niat ingin surga dan dijauhkan dari neraka serta berkah hidup di dunia yang menyebabkan sholat.

Tidak usah niat berhenti merokok. Berniat saja, “Aku tidak mau meracuni orang yang kucinta, dan aku ingin mencintai mereka lebih lama.”

Memang panjang tidaknya umur itu urusan Allah. Tapi ikhtiar biar panjang umur, ya urusan kita.

Atau Anda mempunyai pendapat yang berbeda tentang sesuatu yang lebih penting. Silakan saja dipakai.
Yang jelas, jika kita berniat untuk sesuatu yang lebih penting, maka yang tidak lebih penting dari itu akan mudah teratasi jika ia adalah penghalangnya.

Bagaimana, sederhana bukan?

Kedua, minta bantuan orang terdekat. Utamakan orang yang sering bersama Anda. Lebih utama dia sangat mencintai Anda. Lebih utama lagi dia bukan perokok.

Dulu, waktu saya bertekad berhenti merokok. Saya minta bantuan Emak. Saya tekadkan rokok yang baru saja dibeli adalah sebungkus rokok yang terakhir.

“Mak! Tolong pegangin rokok ini, nanti kalau saya minta jangan dikasih, setega-tega Emak lah, baru kasih rokoknya. Begitu seterusnya ya, Mak.” Kira-kira begitu.

Alhasil yang biasanya hampir dua bungkus sehari, karena bantuan Emak saya, rokok yang sebungkus tadi umurnya dua minggu, plus masih bersisa. Untuk soal tega di sini, Emak saya menjelma menjadi manusia kejam.

Saya yakin mereka juga–Ibu Anda, isteri, saudara. Pokoknya orang terdekat akan berubah menjadi manusia kejam demi membantu kita. Ini efektif. Cara kerjanya begini,

Ketika Anda menahan diri untuk tidak merokok, kemudian sampai pada saat Anda tidak mampu menahannya, orang yang mencintai Anda akan membantu Anda menahannya lebih lama.

Memang cara ini mungkin tidak bisa dipakai setiap orang. Tapi bagi Anda yang bisa, apa salahnya dicoba. InsyaAllah. Do’a saya menyertai Anda. Yang paling penting do’a orang-orang yang mencintai Anda. Sama niat yang lebih penting tadi. Tips yang pertama.

Ketiga, harga diri kita (lelaki) tinggi! Setinggi-tingginya.
Diumumkan saja! Tentang tekad kita untuk berhenti merokok. Secara tidak langsung ini berubah jadi ikrar. Seolah kita berjanji pada dia atau mereka, “Gue mau berhenti merokok! Liat aja ntar! Gue pastiin berhenti.”

Misal diumumkan kepada orang yang kita anggap spesial. Ibu; isteri; anak. Bila perlu umumkan ke orang se RT, sekantor, sekampung, se Indonesia bila perlu. Memang ini seolah misi bunuh diri. Tapi karena kita lelaki, sekalipun janji yang tidak dari hati. Harga mati harus ditepati. Laki!

Waktu itu saya umumkan sama Emak. Dan Emak menyambutnya dengan tantangan. Seolah Emak bilang, “Buktike kalu kau memang lanang.” Artinya, “Buktikan kalau kamu memang lelaki.” Sekali lagi! Lakiii. []

BERSAMBUNG


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.