Ilustrasi tertawa karena bercanda

Anda Senang Bercanda? Yuk Perhatikan Dulu Tata Krama dalam Bercanda

INSPIRADATA. Alangkah datarnya kehidupan ini jika tidak dihiasi dengan gelak tawa orang-orang di sekitar kita. Bercanda terkadang menjadi obat untuk mencairkan suasana dan menyegarkan emosi ketika kita merasa jenuh dengan berbagai rutinitas pekerjaan.

Dalam Islam pun tidak dilarang untuk bercanda. “Bercanda diperbolehkan sebagaimana hal ini dilakukan oleh Nabi SAW,” kata Syeikh Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada dalam bukunya Endiklopedi Adab Islam Menurut Alquran dan as-Sunnah. Akan tetapi, bercanda tetap ada adab atau tata krama yang harus diperhatikan.

Salah satu adab yang harus dilakukan adalah niat dari diri kita. Hendaknya ketika kita akan bercanda, niatkan bahwa tujuan kita tak lain adalah untuk menghilangkan rasa bosan atau jenuh sehingga kita memperoleh semangat baru untuk melakukan kebaikan. “Sesungguhnya seluruh amal itu bergantung pada niatnya. Maka dari itu, hendaknya setiap Muslim menghadirkan niat yang benar dalam setiap ucapan dan perbuatannya,” kata Syeikh Abdul Aziz.

Bercanda juga harus hati-hati, jangan sampai berlebihan. Sikap seperti itu justru hanya akan menjatuhkan martabat, orang-orang menjadi antipati terhadap kita. Berlebihan saat bercanda juga bisa membuat orang lain sakit hati lantaran tersinggung oleh kata-kata yang kita ucapkan.

Tak hanya itu, kita juga harus memilih orang untuk dijadikan teman bercanda. Karena, pasti ada orang-orang yang tidak bisa diajak bercanda. Misalnya orang-orang yang selalu menanggapi serius setiap pernyataan seseorang, bercanda dengan orang seperti itu menjadi tidak baik. “Karena itu, tidak sepatutnya bercanda kecuali dengan orang yang bisa menerima canda kita,” lanjut Syeikh Abdul Aziz.

Kemudian, lihat tempat dan kondisi ketika hendak melakukan candaan. Dalam hal ini, tidak sepatutnya kita melakukan candaan dalam suatu tempat yang formal atau resmi. misalnya pada majelis ilmu, majelis penguasa, dan majelis hakim saat memberikan persaksian, saat talak, dan sebagainya.

Dan yang terkahir, hindari perkataan yang tidak etis untuk diucapkan dan tertawa berlebihan. Banyak tertawa dapat mengeraskan hati dan mematikannya. Sedangkan, tertawa terpingkal-pingkal selain dapat mematikan hati juga dapat menghilangkan kewibawaan dan ketenangan. Kemudian, bercandalah dengan orang-orang yang membutuhkan, semisal dengan anak-anak. Nabi SAW pun cukup sering bercanda dengan anak-anak. []

 

Sumber: Republika


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *