young adult man holding hand over his mouth over grey background

Anda Sering Keceplosan? Seperti Ini Nih Proses Terjadinya

young adult man holding hand over his mouth over grey background

INSPIRADATA. Ketika asik berbincang dengan teman, biasanya keluar kata-kata yang tidak seharusnya keluar dari mulut kita. Ya, itulah yang kita kenal sebagai keceplosan. Biasanya, hal ini keluar dengan sendirinya tanpa kita sadari. Bahkan, tidak terpikirkan sebelumnya, bahwa kita akan mengeluarkan kata itu. Lantas, mengapa bisa terjadi keceplosan?

Dilansir dari hallosehat.com, pakar kognitif Gary Dell, profesor linguistik dan psikologi di University of Illinois, yang melansirnya dari Psychology Today menyatakan bahwa keceplosan lidah menunjukkan kapasitas seseorang untuk menggunakan bahasa dan komponennya. Dell berpendapat, konsep, kata-kata, dan suara saling berhubungan dalam tiga jaringan di otak — semantik, leksikal, dan fonologi — dan cara bercakap muncul dari interaksi ketiganya.

Tapi sesekali, jaringan otak itu, yang beroperasi melalui proses yang disebut “aktivasi penyebaran,” sering tersandung satu sama lain (akibat konsep kata yang mirip, pelafalan yang rancu, asosiasi antar kata yang mirip, atau hanya ‘eror’ otak belaka). Hasilnya adalah keseleo lidah. Dan ini, ia percaya, adalah hal yang baik. Sebuah sistem produksi bahasa yang rawan kesalahan memungkinkan untuk produksi kata-kata baru. Kelepasan berbicara adalah bukti utama fleksibilitas bahasa, bukti ketangkasan besar dari pikiran manusia.

Salah satu jenis yang paling umum dari kesalahan bicara yang telah diidentifikasi oleh pakar bahasa adalah apa yang disebut “banalisasi,” penggantian kata yang dimaksudkan oleh salah satu yang salah yang lebih akrab atau sederhana. Ada juga spoonerisme (dinamakan dari pendeta Willam Archibald Spooner yang sering salah ucap), yaitu keceplosan berbicara yang mengakibatkan kita membolak-balik kata dalam kalimat akibat “aktivasi penyebaran” kata dalam otak yang balapan. Maka, jadilah “Kaya pangkal hemat” atau “Sapi suka susu saya”.

Di tahun 1980-an, psikolog Daniel Wegner berteori bahwa sistem otak yang bertujuan untuk mencegah Anda dari keceplosan mungkin yang menjadi senjata makan tuan. Menurut teorinya, proses bawah sadar terus menjelajahi pikiran kita untuk menjaga keinginan terdalam kita tetap terkunci. Bukannya menahan pikiran itu tetap teredam, bawah sadar justru mengopernya ke otak, menyebabkan Anda untuk memikirkannya dalam keadaan sadar. Maka, hanya tinggal menghitung mundur sebelum Anda benar-benar keceplosan.

Dengan setiap tindakan, otak harus mengedit alternatif kata dalam pikiran yang bersaing satu sama lain untuk muncul; saat proses editing gagal, keceplosan terjadi. Selain itu, pikiran dapat dipancing oleh umpan yang tepat waktu. Misalnya, saat makan siang bersama teman yang memakai jam tangan biru mengkilap. Anda mungkin secara tidak sadar memanggil pelayan untuk memesan “jam tangan” bukannya “sendok” karena jam tangan milik teman makan Anda mencuri perhatian Anda.

Kelepasan bicara ini, pada esensinya, tidak mewakili keinginan gelap terdalam, walaupun keceplosan seperti ini mungkin mengekspos sesuatu yang menangkap perhatian kita tanpa kita sendiri sadari. []


Artikel Terkait :

About Rika

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *