foto: dailypost

Anggap Hambat Kinerja Pemerintah, Duterte Ancam Culik dan Siksa Auditor

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte kerap mengeluarkan pernyataan kontroversial, yang kemudian disebut para juru bicaranya hanya sebatas candaan dan olol-olok yang tidak seharusnya dianggap serius.

Namun baru-baru ini Presiden yang menjabat sejak 2016 ini kembali melontarkan pernyataan kontroversial.

Duterte menyatakan akan menculik dan menyiksa pengaudit pemerintah yang dianggap menghambat kinerja pemerintahannya. Hal ini dilansir Aljazeera, Rabu (9/1/2019). Duterte menyampaikan ancamannya dalam pidatonya di hadapan para pejabat lokal di Manila.

BACA JUGA : Badai Usman di Filipina Telan 105 Korban Jiwa

Dalam pidatonya tersebut, Duterte secara khusus mengecam Komisi Audit (COA), badan konstitusional independen yang bertanggung jawab dalam memeriksa rekening dan pengeluaran oleh lembaga pemerintah.

“Mari kita culik orang-orang dari COA. Kita bawa mereka ke sini dan kita akan menyiksa mereka,” seru Duterte dalam pidatonya yang penuh sumpah serapah dalam bahasa Inggris maupun Filipina.

Lalu Duterte juga menambahkan: “Mereka selalu membuat hal-hal menjadi sulit. Itulah yang saya tidak suka, membuat hal-hal menjadi sulit.”

Dalam pidato yang sama, Duterte juga mengancam para pejabat pemerintah yang korup, termasuk hakim, polisi, hingga perwira militer, dan mengatakan bahwa dia akan membunuh mereka semua.

BACA JUGA: Filipina Tolak Go-Jek

“Rencana saya adalah bunuh mereka semua. Mereka adalah orang-orang yang seharusnya dibunuh, pertumpahan darah bagi bangsa ini,” ujar Duterte.

Sebagaimana diketahui, Auditor pemerintahan meneliti dengan cermat seluruh pengeluaran yang dilakukan lembaga pemerintah. Sehingga di Filipina auditor mendapat reputasi sebagai orang-orang yang sulit .

Bukti yang dikumpulkan oleh pengaudit pemerintah telah banyak digunakan dalam kasus yang membawa sejumlah pejabat publik ke balik jeruji penjara. Walaupun mereka tidak memiliki kewenangan untuk menuntut.

Ternyata ancaman atau komentar Duterte terhadap auditor bukan pertama kali. Sebelumnya, Duterte pernah mengatakan agar para auditor tersebut didorong jatuh dari tangga dan menyebut regulasi pemerintah sebagai sampah.

Duterte memiliki sejarah ‘bermusuhan’ dengan auditor . Sebelum menjadi presiden, Duterte juga sempat berselisih dengan COA, yakni pada 2015, saat masih menjabat sebagai wali kota Davao.

Saat itu, pejabat dari COA mempertanyakan keabsahan keputusan Duterte untuk mempekerjakan lebih dari 10.000 pekerja kontrak yang menelan anggaran pemerintah kota yang setara dengan 15 juta dollar AS.

BACA JUGA: Filipina Tumpas Terorisme dengan Tentara Perempuan Berhijab

Auditor menyebut keputusan Duterte mempekerjakan sejumlah besar pegawai sementara untuk menumbuhkan dukungan politik terhadap dirinya. Ada pula pihak yang menuduh banyak dari pekerja tersebut yang tidak benar-benar ada..[]

SUMBER: ALJAZEERA | KOMPAS


Artikel Terkait :

About Kesit Susilowati

Check Also

Saudi Sepi karena Virus Corona, TKI Alman: Supir Taksi Nangis ke Saya 

Jalanan yang biasanya ramai dan macet oleh kendaraan, saat ini terlihat kosong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *