Unik, Informatif , Inspiratif

Antara Perbuatan dengan Pelakunya (2-Habis)

0

Sampaikanlah perbedaan pendapat dengan adab yang mulia. Antara perbuatan dan pelaku adalah hal yang berbeda, begitu pula antara pernyataan dengan penyampainya.

Maka hormatilah penyampainya, karena yang kita tanggapi adalah pernyataannya. Gunakan kritik untuk menanggapi pernyataannya, bukan penyampainya. Selalu ingat bahwa kita tidak selalu benar dan orang lain tidak selalu salah.Pendapatku ini benar.

BACA JUGA: Inilah Kunci Segala Kebaikan

Tetapi mungkin mengandung kesalahan. Adapun pendapat orang lain itu salah, tetapi bisa jadi mengandung kebenaran. (Imam Asy Syafi’i)Ada berbagai hikmah dan makna dalam sebuah pernyataan. Ada berbagai sudut pandang dalam sebuah pemikiran.

Dan itu semua bisa disampaikan, tanpa memandang siapa yang menyampaikan. Siapapun yang menyampaikan kebaikan, wajib kita terima dan dengarkan.

Jangan melihat siapa yang bicara tapi lihatlah apa yang dibicarakan. (Ali bin Abi Thalib)

Musuh Kita Adalah Penyakit, dan Bukan Penderitanya Ibarat penyakit dengan penderitanya. Adalah perumpaan dari perbuatan dengan pelakunya.

Kita membenci penyakit yang ada pada sesorang, tapi kita tidak benci kepada pribadinya. Bisa jadi orang tersebut adalah yang sangat kita cinta.

Sehingga jika dia terkena penyakit, apakah dengan sebab penyakit tersebut lantas kita membencinya? Justru kita akan berusaha untuk membantunya, agar lekas sehat seperti sedia kala.Begitu pula antara maksiat dengan pendosa.

Antara pernyataan dengan penyampainya. Ibarat penyakit dengan penderitanya. Yang kita lakukan adalah membantunya untuk memperbaiki diri.

Menolongnya untuk meninggalkan maksiat yang dijalani. Tunjukkan adab yang baik dengan muliakan dan sayangi.Sehingga di saat seperti inilah seharusnya kita menjadi di antara.

BACA JUGA: Melewatkan Kebaikan

Penengah ketika yang lain terlalu jauh membenci para pendosa. Penengah sehingga tidak menghakimi sebelum mengetahui kebenaran yang nyata.

Semoga kita bisa menjadi perantara bagi kawan yang saat ini masih membutuhkan penunjuk jalan kebaikan. Perantara bagi pendosa untuk bertaubat dari kemaksiatan.

Bencilah maksiat, tapi sayangi pendosanya. Kritiklah pernyataan, tapi muliakan penyampainya. Musuh kita adalah penyakit, dan bukan penderitanya. (Ustadz Salim A. Fillah). []

SUMBER: TUMBLR INSPIRASI ISLAMI


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.