Agama yang Paling Pesat di Dunia
Tempat Umat Islam Menunaikan Ibadah Haji

Anwar Abbas: Haji yang kaya Begini Rasa-rasanya Tidak Masuk Haji Mabrur

INSPIRADATA. Setiap orang yang menunaikan ibadah haji pasti ingin memperoleh kemabruran. Anwar Abbas selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengatakan ada beberapa tolak ukur apakah jamaah haji memperoleh kemabruran atau tidak. Salah satunya adalah sifat ikhlas seseorang dalam mengerjakan sesuatu.

“Tidak terkesan ingin mencari muka atau ingin dipuji orang,” seperti dilansir Ihram.co.id, Rabu (17/5/2017).

Ukuran lainnya yang mungkin bisa lebih tampak dalam kehidupan sehari-hari adalah perilakunya dari segi perkataan, menghargai orang lain, tidak mau bergunjing, dan mencari-cari kesalahan orang lain. Kemudian, dalam pergaulan seseorang tersebut senang membantu dan memiliki empati yang besar.

“Baik terhadap suami, istri, anak-anak, orang tua, kakak, adik, paman, tante, dan lain-lain. Semua itu dia lakukan dengan ikhlas untuk bisa mendapatkan ridha Allah SWT,” ujar Anwar.

Saat ditanya apakah jamaah haji di Indonesia banyak yang memperoleh kemabruran atau tidak, Anwar mengaku tidak bisa menilainya secara keseluruhan. Karena itu hanya Allah yang mengetahui.

Namun, ada satu contoh kecil yang mungkin sering ditemui. Ada saja orang yang ketika dipanggil namanya tanpa sebutan gelar haji yang bersangkutan marah dan ingin dipanggil haji. Karena mengingat untuk pergi haji itu mengeluarkan biaya yang sangat besar.

“Rasa-rasanya haji yang seperti ini tidaklah dilakukan oleh yang bersangkutan karena ingin mendapatkan ridha Allah, melainkan hanya untuk bisa dibanggakan kepada orang lain bahwa dia telah haji. Haji yang kaya begini rasa-rasanya tidak masuk haji mabrur,” jelasnya. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *