Foto: ciricara

Apa bedanya Sarapan dengan Makan Pagi?

sarapan dengan makan pagi, makan
Sarapan dengan makan pagi (Foto: ciricara)

INSPIRADATA. Sekilas memang tampak sama, makan di pagi hari sering disamakan dalam penyebutannya, apa bedanya sarapan dengan makan pagi?

Menurut ketua dari Pergizi Pangan Indonesia dan pakar kesehatan Profesor. Dr. Hardiansyah MS, antara sarapan dengan makan pagi ternyata sama sekali berbeda. Makan pagi seringkali masih belum bisa dianggap sebagai sarapan, apalagi sarapan yang sehat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Menurut Prof. Hardiansyah, tujuh dari sepuluh anak di Indonesia ternyata masih sering melewatkan sarapan.

Padahal, sarapan adalah salah satu hal yang sangat penting bagi kesehatan tubuh. Menurutnya, kebanyakan orang, termasuk anak-anak, cenderung menganggap sarapan pagi sebagai hal yang tidak begitu penting sehingga hanya makan dengan porsi yang sangat kecil.

BACA JUGA: 
Sarapan, Pilih Bubur atau Sereal?
Apakah Program Diet Tidak Ada Makan Malam?

Hal inilah yang disebut Prof. Hardiansyah sebagai sekadar makan pagi saja, namun tidak bisa dianggap sarapan. Makan pagi dengan porsi kecil ini tidak akan mampu memenuhi seperempat dari kebutuhan harian kita.

Lantas, seperti apakah sarapan yang sehat bagi tubuh? Menurut beliau, sarapan harus memenuhi aspek makanan dan minuman.

Di dalam makanan, kita harus mampu menyediakan seperempat dari kebutuhan gizi harian kita, bukannya hanya memenuhi asupan karbohidrat saja yang selama ini banyak dilakukan orang-orang.

Sebagai contoh, ada orang yang hanya mengkonsumsi nasi dengan lauk mie atau bahkan hanya sarapan dengan mie instan saja. Hal ini bukanlah sarapan yang sehat. Selain itu, kita juga bisa mengkonsumsi minuman baik itu air putih ataupun susu agar bisa melengkapi kebutuhan sarapan.

Prof. Hardiansyah melanjutkan bahwa di dalam sarapan pagi, kita sebaiknya memenuhi asupan karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan juga mineral. Dengan mendapatkan karbohidrat dan lemak, maka kita bisa mendapatkan energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Untuk mengolah kedua nutrisi ini, kita membutuhkan vitamin dan mineral. Sementara itu, untuk melancarkan saluran pencernaan dan menekan kolesterol, kita membutuhkan asupan serat. Jika kita sudah memenuhi semua hal tersebut, barulah kita bisa disebut sudah mengkonsumsi sarapan yang sehat. []

Sumber


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *