Unik, Informatif , Inspiratif

Apa Hukum Puasa setelah Pertengahan Sya’ban?

0

Apa hukum puasa pada waktu pertengahan akhir di bulan Sya’ban, sementara ada dua hadits yang bermakna beda (kontradiksi) mengenai hal tersebut?

Disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu , Nabi shallallahu’ alaihi wa sallam bersabda, “Jika sudah masuk pertengahan Sya’ban, janganlah berpuasa .” (HR Abu Daud, At-Turmudzi, dan Ibnu Majah; sampah sahih oleh Al-Albani)

Sementara itu, dalam riwayat yang lain, dari Aisyah radhiallahu ‘anha , beliau mengatakan, “Nabi shallallahu’ alaihi wa sallam belum pernah berpuasa selama satu bulan yang lebih banyak dari puasa bulan Sya’ban. Terkadang, beliau hampir berpuasa Sya’ban selama bulan penuh. ” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Secara zahir, kedua hadis di atas bertentangan. Karena itu, ulama yang berbeda dalam memaknai hadis yang pertama.

Pendapat yang kuat dalam mengompromikan dua hadis di atas adalah kebijakan yang menyelidiki dalam Aunul Ma’bud, yang menukil keterangan Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari,

Bahwa Al-Qurthubi mengatakan,

“Tidak ada pertentangan antara hadis yang melarang puasa setelah pertangahan Sya’ban larangan dengan hadis yang menceritakan bahwa Nabi shallallahu’ alaihi wa sallammenyambung puasa Sya’ban dengan puasa Ramadan. Kompromi layak untuk dilakukan. Dengan memahami bahwa hadis larangan puasa adalah untuk orang yang tidak memiliki kebiasaan berpuasa sunah, sementara keterangan untuk rajin puasa di bulan Sya’ban dipahami untuk orang yang memiliki kebiasaan puasa sunah, agar tetap istiqamah dalam menjalankan kebiasaan, tidak terputus.” (Aunul Ma’bud , 6: 330)

Sumber: konsultasisyari’ah


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.