Unik, Informatif , Inspiratif

Apa Hukumnya Menggugurkan Kandungan?

0

Hukumnya menggugurkan kandungan ialah haram, kecuali jika dilakukan untuk kesehatan dan keselamatan jiwa si ibu. Misalnya karena si ibu sakit parah, sakit menular atau rematik jantung yang menyebabkan penyakitnya akan bertambah parah apabila hamil, atau si ibu menderita sakit saraf.

Apakah pengguguran sebelum 120 hari tidak berarti membunuh janin?

BACA JUGA: USG, Pengaruhi Perkembangan Anak dalam Kandungan?

Sebelum 120 hari masih dianggap mungkin menjadi janin, jadi belum merupakan makhluk manusia. Misalnya biji kurma, apakah sudah dapat dikatakan bahwa itu pohon kurma?

Kalau biji kurma dipecah, apakah berarti memecah atau merusak pohon kurma?
Kesimpuannya adalah, boleh melakukan pengguguran sebelum kehamilan mencapai umur 120 hari dan dilakukan untuk menyelamatkan jiwa si ibu.
(Al-Mu’minuun 12-14)

Penemuan baru oleh para ilmuwan yang berpa alat-alat canggih dengan getaran suara dan sinar khusus (ultra sonografi) yang dapat digunakan untuk pemeriksaan dalam kandungan, memberi kesempatan kepada para dokter untuk mengetahui keadaan janin di dalam kandungan.

Dengan alat itu pula, dokter dapat mengetahui janin yang cacat tanpa leher, kaki, tangan dan lain sebagainya.

Apakah dalam hal seperti ini boleh dilakukan pengguguran janin karena rasa kasihan kepada calon bayi itu yang akan lahir cacat, atau karena alasan lainya?

Lahirnya bayi cacat, tentu mengandung suatu maksud dari penciptanya, yaitu merupakan peringatan bagi manusia yang lahir sempurna.

BACA JUGA: Apakah Bayi Tabung Bertentangan dengan Agama?

Cacat sebagian tubuh, tidak berarti cacat seluruhnya, dan yang lahir cacat sangat kecil jumlahnya, kita pun mengetahui hikmah cacat itu.

Jadi, adapun baiknya harus mengupayakan dengan cara aktif positif untuk menyelamatkan janin dari lahir cacat, dan bukan dengan cara menggugurkan atau membunuhnya. []


Artikel Terkait :
Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline