Unik, Informatif , Inspiratif

Apa Itu LRT?

0 20

Sebagai salah satu kota besar di dunia, Jakarta tentunya sangat padat. Salah satua masalah utama Jakarta adalah transportasi. Jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat terobosan dengan Bus Way, maka pemerintahan Presiden Joko Widodo mencanangkan LRT. Apa itu LRT?

Dikutip dari wikipedia, Jakarta Light Rail Transit atau disingkat Jakarta LRT adalah sebuah sistem MassTransit dengan kereta api ringan (LRT) yang direncanakan akan dibangun di Jakarta, Indonesia dan menghubungkan Jakarta dengan kota-kota disekitarnya seperti Bekasi dan Bogor. Ada dua penggagas LRT di Jakarta, Pemprov DKI yang akan membangun LRT dalam kota dan PT Adhi Karya yang akan membangun penghubung Jakarta ke kota sekitarnya.

BACA JUGA: Perjalanan Panjang Mangkuk Ayam Jago Merah yang Legendaris

Sejarah

Gagasan LRT Jakarta mulai muncul ketika Proyek Monorel Jakarta yang sempat diaktifkan kembali pada Oktober 2013 oleh Gubernur DKI saat itu, Joko Widodo tersendat pengerjaannya. Tersendatnya pekerjaan tersebut karena Pemprov DKI dan Gubernur DKI penerus Joko Widodo waktu itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak akan mengabulkan permintaan yang diajukan oleh PT Jakarta Monorail untuk membangun depo di atas Waduk Setiabudi, Jakarta Selatan dan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebab, hasil kajian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PU-Pera) menyatakan bahwa jika depo dibangun di atas Waduk Setiabudi, dikhawatirkan peristiwa jebolnya tanggul Latuharhari terulang kembali.

Ahok, sapaan Basuki, lebih memilih untuk membangun Light Rail Transit (LRT) dibandingkan monorel. Bahkan, Basuki telah mengungkapkan rencana pembangunan ini kepada Presiden Joko Widodo.

Adhi Karya yang semula berniat membangun jalur monorel Cibubur-Cawang-Grogol dan Bekasi-Cawang, mendapat perintah dari Presiden Joko Widodo untuk mengubah konsep monorel menjadi LRT juga. Adapun alasan dibangunnya LRT karena lebih mudah terintegrasi dengan moda lainnya (MRT dan KRL) daripada monorel yang populasinya sedikit karena teknologinya tertutup.

Rencana pengembangan LRT oleh Pemprov DKI
Pemprov DKI merencanakan 7 rute untuk LRT dalam kota:

Kebayoran Lama – Kelapa Gading sepanjang 21,6 km
Tanah Abang – Pulo Mas sepanjang 17,6 km,
Joglo – Tanah Abang sepanjang 11 km
Puri Kembangan – Tanah Abang sepanjang 9,3 km
Pesing – Kelapa Gading sepanjang 20,7 km
Pesing – Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 18,5 km
Cempaka Putih – Ancol sepanjang 10 km.

BACA JUGA: Uji Coba LRT Bikin Emak-Emak Ketagihan

Untuk desain LRT diserahkan kepada dua BUMD DKI Jakarta, yaitu Pembangunan Jaya dan Konstruksi Jaya. Diperkirakan, ketujuh rute itu menelan anggaran kurang lebih Rp 60 trilyun atau Rp 7,5 trilyun untuk setiap rutenya. []

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline