Unik, Informatif , Inspiratif

Apa Itu Mythomania?

0

Istilah Mythomania pertama kali digunakan pada 1905 oleh seorang psikiatri, Ferdinand Dupre. Penderita mythomania mempercayai kebohongannya sendiri, meski sering tak menyadari dirinya tengah berbohong.

Penyakit mythomania dibagi menjadi 2 yaitu ringan dan berat.

BACA JUGA: Dalam 3 Kondisi Ini, Bohong Boleh Kok!

Pada mythomania ringan, penderita melakukan kebohongan hanya untuk mencari perhatian dari orang-orang sekitar. Sedangkan pada mythomania berat, penderita memang sudah mengalami gangguan mental, memilikis sifat narsis yang hanya mementingkan penampilan atau dirinya saja.

Tentu bisa, tetapi penderita penyakit ini harus menyadari bahwa semua kebohongan yang ia lakukan adalah salah dan dapat menimbulkan masalah yang lebih besar. Selain itu penderita mythomania harus dibawa ke psikolog atau psikiater untuk mendapatkan konseling atau pendekatan psikoterapi.

Hal itu belum bisa dipastikan jika kamu merasa sudah memiliki tanda-tanda tersebut. Kamu harus memeriksakan diri ke psikolog atau psikiater untuk mengetahui apakah kamu mengalami mythomania.

BACA JUGA: Pembohong, Ini 5 Akibat yang Akan Menimpa

Dilansir dari the prisma UK, mengutip pernyataan para ahli dari instituto mexicano social, mereka mengatakan bahwa mythomania terjadi karena harga diri penderita yang rendah.

Sehingga dengan membuat kebohongan tersebut, penderita akan mendapat perhatian yang lebih dari orang sekitar. []

SUMBER: IDNTIMES


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline