Janin dalam kandungan
Foto: Janin dalam kandungan ( Info Kehamilan)

Preeklampsia?

Tidak ada yang tahu persis apa yang menyebabkan preeklampsia. Hal ini diyakini terdapat disfungsi pada sel-sel selaput sel darah (sel endotel).

Karena apa yang menyebabkan preeklamsia tidak diketahui, tidak ada tes efektif memprediksi kapan preeklamsia akan terjadi, dan tidak ada perawatan mencegah preeklamsia dari terjadi (atau kembali terjadi).

Beberapa faktor yang diketahui meningkatkan risiko sebagai wanita terkena preeklamsia:

      • Kehamilan multipel
      • Wanita yang lebih tua dari 35 tahun
      • Riwayat tekanan darah tinggi sebelum kehamilan
      • Kegemukan
      • Diabetes
      • Preeklamsia pada kehamilan sebelumnya
      • Masalah medis lainnya (seperti penyakit jaringan ikat dan penyakit ginjal).

    Untuk alasan yang tidak diketahui, ras Afro-Amerika di Amerika Serikat lebih cenderung lebih untuk mengembangkan preeklamsia dibandingkan wanita kulit putih.Preeklamsia dapat terjadi dalam keluarga, meskipun alasan untuk ini tidak diketahui.

    Preeklamsia juga terkait dengan masalah dengan plasenta, seperti terlalu banyak plasenta, terlalu sedikit plasenta, atau bagaimana plasenta menempel pada dinding rahim. Hal ini juga dapat dikaitkan dengan kehamilan anggur (mola hidatidosa), di mana tidak ada plasenta normal dan tidak ada bayi yang normal, dan kehamilan hanya berisi bulatan-bulatan berisi cairan seperti anggur.

    Bagaimana pemeriksaan preeklampsia?

    Seorang dokter kandungan (OBS-GYN/ obstetri-ginekologi) yang menyediakan perawatan prenatal juga dapat mengobati seorang wanita dengan preeklamsia. Dalam beberapa wanita berisiko tinggi, spesialis OB-GYN dapat diajak berkonsultasi. Beberapa profesional kesehatan dapat menemukan gejala awal preeklampsia, semisal ketika ibu hamil pertama kali berobat ke bidan. []

    Sumber: doktersehat


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *