Apa Itu Wafat Besar dan Wafat Kecil?

0

 

TIDUR mirip dengan mati. Karena itu, para ulama menamakan tidur dengan wafat kecil. Tidur adalah wafat, sedangkan bangun tidur adalah kebangkitan. Allah berfirman, “Dan Dialah yang mewafatkan kalian pada malam hari dan mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Ia membangunkan kalian padanya (siang itu).”

Pada saat tidur, roh manusia digenggam. Siapa yang dikehendaki Tuhan rohnya ditahan saat ia tidur, Ia akan menahannya. Bilamana Allah berkehendak agar roh itu tetap dalam jasad, Ia akan mengembalikannya ke jasad sampai batas waktu yang telah ditentukan oleh-Nya.

Allah berfirman, “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya, dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya, dan melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang dtentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.”

Allah menginformasikan bahwa kedua jiwa yang ditahan dan yang dilepaskan hidup, telah diwafatkan saat tidur. Sedangkan jiwa yang diwafatkan dengan wafat maut, iu adalah bagian ke tiga. Allah berfirman, “Allah mewafatkan jiwa saat kematiannya.”

Jadi Allah menyebut dua jenis wafat: wafat karena maut dan wafat karena tidur. Allah juga menyebutkan bahwa (mengenai jiwa yang wafat karena tidur) ada jiwa yang ditahan karena diwafatkan dan ada yang dilepaskan (untuk terus hidup sampai ajalnya tiba).

Seperti diketahui, Allah memegang roh setiap yang mati, baik dalam keadaan tidur atau tidak, dan membiarkan yang belum mati. Ayat “Allah mewafatkan jiwa saat kematiannya” mencakup jiwa yang dimatikan dalam keadaan sadar dan tidur. Saat Allah menyebut dua macam wafat, Ia menyebut bahwa Ia memegang jiwa yang wafat, dan melepaskan yang lain. Ini adalah makna lahiriah ayat tanpa dibuat-buat. []

SUMBER: ENSIKLOPEDIA

Artikel Terkait :

Kamu Sedang Offline