Unik, Informatif , Inspiratif

Arti di Balik Warna Bendera Palestina

0

Suka-cita dan rasa bangga saat itu, di langit mendung markas PBB, bendera dengan empat warna milik masyarakat Palestina itu berkibar dengan perkasa meski dibalut dengan latar mendung. 

Bendera empat warna dengan segitiga di sampingnya itu, telah digunakan pada Perang Dunia I oleh dunia Arab yang bersatu melawan Kekhalifahan Ottoman Turki demi membentuk negara sendiri di jazirah.

Tiga garis persegi panjang dan satu segitiga dengan warna berbeda mewakili dinasti Arab yang beragam saat itu. Beberapa negara juga menggunakan bendera yang hampir mirip, seperti Sudan dan Yordania, namun urutan warnanya berbeda.

Seperti dilansir CNN, Dr. Mahdi Abdul Hadi, kepala lembaga Palestinian Academic Society for the Study of International Affairs dalam tulisannya berjudul “Evolusi Bendera Arab”, menuliskan arti dari warna-warna bendera itu.

Warna merah melambangkan bendera pemimpin Islam di Andalusia, yang menandakan kemenangan suku Muslim Arab di Afrika Utara dan Spanyol.

Warna hitam adalah perlambang panji pasukan tempur Nabi Muhammad. Saat kebangkitan Islam dan penaklukan kota Mekkah, Nabi Muhammad membawa dua bendera, berwarna hitam dan putih. Bendera putih bertuliskan kalimat Tauhid sedangkan hitam digunakan sebagai ikat kepala para komandan perang.

Warna putih adalah bendera Dinasti Umayyah yang memimpin Damaskus selama 90 tahun. Putih adalah warna simbol perang Badar. Berbeda dengan Dinasti Abbasiyah yang menggunakan bendera hitam sebagai tanda berkabung, Dinasti Umayyah menggunakan warna putih.

Warna hijau adalah simbol Dinasti Fatimiyyah di Afrika Utara. Hijau digunakan sebagai perlambang kesetiaan dinasti ini terhadap Ali bin Abi Thalib.

Bendera ini pertama kali digunakan oleh Organisasi Pembebasan Palestina atau PLO pada tahun 1964. Israel mencabut larangan pengibaran bendera ini di Palestina di awal 1990-an.

Kendati bendera ini telah berkibar di PBB, namun pertanyaan besar masih menggantung, soal apakah peristiwa simbolis ini menjadi awal terbentuknya negara Palestina merdeka.

Hal ini disangsikan banyak orang, terutama karena Abbas dalam pidatonya menyatakan tidak lagi menerima Perjanjian Oslo, yang secara tidak langsung telah menyerahkan Palestina pada Israel sebagai negara penjajah.

“Mengibarkan bendera itu mudah. Memang banyak kritikan dari Israel dan Amerika, tapi setidaknya ini bukan peta. Bayangkan jika ini adalah gambar perbatasan,” kata seorang diplomat Eropa, dikutip dari The Guardian, saat menyaksikan pengibaran bendera itu.


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.