Unik, Informatif , Inspiratif

Awas, Gigi Copot di Usia Paruh Baya Berdampak pada Risiko Kematian Dini

0

Seiring bertambahnya usia, kemampuan seseorang terus berkembang. Namun ketika mulai menginjak usia paruh baya, kesehatan atau kemampuan seseorang justru mulai menurun. Salah satu cirinya adalah menurunnya kesehatan gigi dan gusi. Karena cukup seringnya ciri tersebut muncul, kejadian itu di usia paruh baya seolah terasa wajar.

Tetapi salah satu penelitian menyebutkan kesehatan gigi dan gusi yang menurun dapat berdampak pada meningkatnya resiko kematian dini. Mengapa demikian?

Penelitian terbaru University of Buffalo, New York, mengungkap, wanita paruh baya yang mengalami infeksi gusi serius memiliki risiko kematian dini hingga 12 persen lebih tinggi.

Ini juga berlaku untuk mereka yang giginya copot secara alami di usia paruh baya. Bahkan risiko kematian dini bagi mereka yang mengalaminya mencapai 17 persen lebih tinggi dari wanita yang tidak mengalami masalah pada kesehatan mulutnya.

Peneliti mengamati data dari survei yang dilakukan terhadap 57.001 responden berusia 50-79 tahun. Enam setengah tahun kemudian, data mencatat ada 3.589 kejadian yang berkaitan dengan kesehatan jantung seperti serangan jantung dan 3.816 kasus kematian.

Namun, Michael J LaMonte, ketua tim peneliti, mengakui bahwa penyakit oral dengan penyakit jantung sebenarnya tidak berhubungan secara langsung.

Tetapi pada kasus seperti gigi yang copot di usia paruh baya seringkali dikaitkan dengan proses penuaan dan penyakit yang menyertainya, seperti diabetes, arthritis (radang sendi), hipertensi, atau penyakit pada paru-paru.

“Secara kebetulan, tiap kali ada masalah kesehatan mulut pada orang-orang paruh baya, dan ini tidak teratasi, maka masalah pada jantung juga akan mengikuti,” kata LaMonte seperti dilansir CNN.

Pada paruh baya atau lansia yang juga mengalami peradangan pada gigi maupun kehilangan giginya juga mengalami peningkatan risiko penyakit kardiovaskular akibat faktor risiko lain.

Untuk itu LaMonte berharap skrining untuk kesehatan mulut bisa disejajarkan dengan skrining untuk penyakit kronis lainnya seperti pemeriksaan kadar kolesterol maupun gula darah.

Gaya hidup yang lebih positif seperti pola makan sehat, olahraga dan berhenti merokok, termasuk mengunjungi dokter gigi juga penting untuk memonitor ada tidaknya risiko kesehatan oral pada usia paruh baya. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.