tips memilih kosmetik halal
Foto: Muslimah.co.id

Awas, Inilah Daftar Bahan Kimia Kosmetik yang Bisa Ganggu Kesuburan

Sagarika Aggarwal, seorang ahli bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) mengatakan, bahan kimia tertentu yang terdapat di dalam produk kosmetik memiliki potensi efek samping yang buruk. Dilansir dari India Express, efek samping yang buruk itu mampu memengaruhi hormon dan sistem reproduksi pada wanita.

Beberapa produk kosmetik diketahui mengandung bahan kimia berbahaya yang diduga kuat dapat mengganggu fungsi ovarium (indung telur) untuk memproduksi sel telur sehat, meningkatkan risiko keguguran hingga bahkan ketidaksuburan.

Produk-produk itu adalah cat kuku, sabun antibakteri, parfum, dan krim anti penuaan dini.

Ada beberapa bahan kimia yang sering terkandung dalam produk kosmetik berbahaya bagi kesuburan. Bahan kimia tersebut di antaranya:

Parabens: Paraben berfungsi sebagai pengawet dan pembasmi bakteri dalam sabun, sampo, kondisioner dan pembersih wajah juga diketahui berbahaya bagi kesuburan apabila digunakan dalam jumlah yang terlalu banyak. Kadar parabens yang tinggi dalam urin pada masa prekonsepsi (sebelum pembuahan) dikaitkan dengan lamanya waktu yang dibutuhkan hingga berhasil hamil. Dengan kata lain, semakin tinggi kadar parabens dalam tubuh, maka pasangan bisa saja semakin sulit hamil.

Triclosan: zat kimia yang terkandung dalam sabun antibakteri ini diketahui dapat mengacaukan produksi hormon kesuburan. Studi yang dilakukan oleh Velez dkk, menunjukkan bahwa perempuan yang sering terpapar triclosan lebih sulit untuk hamil.

Formaldehida, phthalates, DPT (dibutil ftalat), toulene dan berbagai senyawa organik yang mudah menguap lainnya juga diketahui dapat mempersulit terjadinya kehamilan.Toluene biasa digunakan sebagai pelarut untuk memberikan efek mengkilap pada kuku. Sedangkan phthalates, yang bisa ditemui di hampir semua produk kosmetik diketahui dapat menganggu kesuburan dan produksi hormon. Bahkan, sebuah studi yang dilakukan oleh Environmental Working Group (EWG) dari Duke University menyebutkan bahan kimia pada cat kuku bisa masuk dalam tubuh 10 sampai 14 jam setelah mengecat kuku.

Meski demikian, masih diperlukan bukti medis yang lebih banyak lagi untuk dapat menguatkan berbagai laporan di atas. []

Sumber: Helo Sehat


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *