Foto: Saudi Gazette

Ayesha Khaja, Perempuan Pertama Sebagai Tour Guide di Arab

Foto: Saudi Gazette

Menjadi seorang pemandu wisata atau tour guide di Arab Saudi bukanlah hal yang mudah dilakukan sebagaimana perempuan di Indonesia ataupun negara lainnya. Terlebih wisata yang disuguhkan di Negara Timur tengah itu adalah wisata Islami.

Dan memecahkan rekor itu, Ayesha Khaja akhirnya berhasil menjadi perempuan pertama Arab Saudi yang berhasil menjadi tour guide secara resmi. Dirinya telah resmi mendapatkan sertikat dari Islamic Studies and Research Center (ISRC) untuk profesinya tersebut.

Meski jalan yang dilaluinya amat berliku dan sulit, namun keinginannya yang kuat mampu mengantarkan Ayesha Khaja menjadi pemandu wisata bersertifikat untuk Saudi Commission for Tourism and National Heritage (SCTH).

“Saya juga meminta agar komisi SCTH untuk memperbolehkan lebih banyak lagi perempuan menjadi pemandu wisata. Jumlah turis semakin meningkat, dan musim berkunjung ke negara ini tiap tahunnya terus ada,” kata Khaja seperti dikutip dari Al Arabiya, sebagaimana dilansir Liputan6 Rabu (23/3/2017).

Profesi yang digelutinya saat ini tidaklah mudah, ia senantiasa harus mampu membuat suasana perjalanan wisata menjadi lebih bermakna dan berkesinambungan untuk memperlihatkan sisi lain sejarah Islam di setiap tempatnya.

“Madina kaya akan sejarah Islam dan salah satu kota yang paling banyak dikunjungi di kerajaan ini. Ada banyak perempuan yang ingin mendapat akreditasi sebagai pemandu wisata. Komisi akan mendapat keuntungan jika mempekerjakan banyak pemandu perempuan,” lanjutnya.

Wanita yang lulusan Sastra Inggris ini menaruh kecintaannya yang tinggi pada sejarah dan kota kelahirannya itu.

“Saya lulusan Sastra Inggris tapi kesukaan saya adalah bekerja untuk warisan budaya kota ini,” terangnya.

Dan modal bidang keilmuan itu membuatnya mempunya nilai tambah sendiri dalam menghadapi dan memandu wisata turis asing. []

SatuMedia


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *