Unik, Informatif , Inspiratif

Backpackers, Mendatangkan Devisa atau Masalah?

0 20

 

Dunia pun menyempit karena ditemukannya teknologi komunikasi seperti internet. Siapapun bisa berhubungan dengan orang yang jauh. Siapapun bisa melihat kehidupan di tempat yang jauh dari tempat duduknya didepat monitor lap top atau gawai.

Lewat hujan informasi itu, negeri lain yang nampak indah terasa memanggil-manggil. Maka dengan uang yang pas-pasan, fenomoena backpacker bermunculan di seluruh penjuru dunia.

Tekad dan nekad traveling dikalangan backpacker sering terjadi. Seperti yang dialami seorang turis asal Rusia bernama Boris Osmanov ditemukan tidur di dalam sebuah tenda di kompleks permakaman umum di Desa Sepuh Gembol, Jawa Timur.

BACA JUGA: Pilih Mana, Sibuk Menuntut Ilmu atau Sibuk Traveling?

Setelah melakukan perjalanan ke beberapa negara, Osmanov kehabisan uang saat dirinya mengunjungi Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo.

Karena alasan inilah, Osmanov membangun sebuah tenda di permakaman. Bahkan saat ditemukan, Osmanov dalam kondisi sakit setelah dirinya kembali dari Gunung Bromo.

Bukan cuma Osmanov yang kurang lebih mengalami nasib tak beruntung. Banyak turis asing yang kehabisan bekal. Bila memungkinkan mereka bisa kerja serabutan. Tapi tak sedikit yang berakhir menjadi pengemis.

Nyatanya, tindakan yang dilakukan begpackers dapat menarik simpati penduduk sekitar. Melihat hal ini, semakin banyak turis yang melakukan hal serupa.

Tindakan yang dilakukan jelas mengurangi ekonomi lokal. Selain itu, para begpackers juga mengurangi sumber daya dari penduduk setempat yang justru membutuhkan lebih banyak daripada mereka.

Kadang jadi timbul kecurigaan apakah para begpackers melakukan hal tersebut sebagai pilihan hidup atau karena mereka mengalami kesulitan seperti kehilangan dompet atau paspor.

BACA JUGA: 5 Tips Traveling Hemat ala Backpacker

Para turis ini seringkali melakukan begpackers di negara-negara dengan pendapatan jauh lebih rendah dari apa yang mereka dapatkan di negara asalnya.

Mengantisipasi keadaan ini, pemerintah Thailand mengecek jumlah minimum uang tunai yang di bawa turis asing sebelum memasuki negara gajah putih tersebut. []

SUMBER: NATIONAL GEOGRAPHIC

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline