Unik, Informatif , Inspiratif

Badan Siber: Jelang Pilkada 2018, Pencurian Data Pribadi Meningkat

0

Jelang Pilkada serentak 2018, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) kian meningkatkan antisipasi terhadap ancaman di wilayah sistem informasi saat pelaksanaannya nanti.

Tak ingin mengulang kejadian serupa pada Pemilu 2004 dan 2009, BSSN beserta KPU dan Bawaslu kini lebih intensif memproteksi sistem datanya.

Hal itu guna mengantisipasi jika adanya gangguan dari luar berupa serangan siber seperti yang terjadi pada pemilu sebelumnya.

“Terkait dengan hal tersebut, BSSN sudah mulai mengidentifikasi dan melakukan deteksi ancaman serta menyiapkan rekomendasi awal pengamanan IT pelaksanaan Pilkada serentak 2018,” ujar Juru Bicara BSSN, Anton Setiyawan saat memberikan keterangan pers di kantornya Jalan Harsono RM 70, Jakarta Selatan, Selasa (17/4/18).

Tidak hanya proteksi, kata Anton, BSSN juga menyiapkan skenario pemulihan infrastruktur manakala terjadi serangan terhadap sistem informasi milik KPU.

Menurut dia, yang paling penting terkait persiapan penyelenggara pemilu ialah masyarakat bisa mengakses informasi secara transparan.

“Bagaimana sistem ketersediaan penyelanggara pemilu bisa digunakan dan bisa diakses oleh komponen yang ada dan masyarakat,” ujarnya.

Direktur Deteksi Ancaman BSSN, Sulistyo, menyatakan pencurian data pribadi antara kandidat yang berkompetisi cenderung bakal meningkat di Pilkada Serentak 2018.

Lawan politik siapa pun kandidatnya, memanfaatkan dan mencari “dosa-dosa” yang sifat pribadi dan kemudian disampaikan melalui media sosial.

“Yang paling penting dari para peserta pilkada itu, pasangan calon mesti lebih hati-hati menjaga data pribadinya. Karena ada kecenderungan ada upaya untuk melakukan proses pencurian data atau doxing,” kata dia dilansir dari VIVA. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.