, Bagaimana Kalau Belajar Hanya pada Buku, Bukan pada Gurunya?
Unik, Informatif , Inspiratif

Bagaimana Kalau Belajar Hanya pada Buku, Bukan pada Gurunya?

0
, Bagaimana Kalau Belajar Hanya pada Buku, Bukan pada Gurunya?
buku (foto: nuonline)

INSPIRADATA. Bagaimana mengenai keterangan “Barang siapa berguru atau mengambil pelajaran hanya pada buku, maka ia sesat dari pada mendapatkan kebenaran.”?

Jawaban:

Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Mengenai keterangan tersebut, yang benar adalah “Barang siapa yang berguru atau mengambil pelajaran dari sebuah kitab, maka salahnya lebih besar daripada benarnya,” itulah yang benar.

ketika seseorang tidak belajar kepada orang yang ahlinya atau ahli ilmu, tidak mengambil ilmu dari orang tersebut, dan tidak menyusuri jalan mencari ilmu kepadanya, maka sesungguhnya kesalahan bagi penuntut tersebut kebih banyak yang didapatkan.

BACA JUGA
Ini Alasan Agama dan Ilmu Pengetahuan Selalu Bertentangan?
Samudera Ilmu dari Perjuangan As-Syafi’i Kecil

Serta hanya kerancuan yang didapat, bingung antara yang benar dan yang salah; karena tidak mendapat pengetahuan mengenai petunjuk syari’at (agama), dan tuntunan dari orang alim, serta kebenaran dalam mengamalkannya.

Adapun kesalahan yang didapatnya lebih banyak, adalah kesalahan pandangan, karena itu tadi sebabnya, tidak ada hubungan dengan sumber ahli ilmu, dasar-daar ilum tersebut, serta tidak bisa membedakan antara yang benar dan salah dalam buku yang dibacanya.

Kesalahan yang ada dalam buku, maksudnya tidak ada pengetahuan dan membedakan, maka disangkalah kebenaran. Dan hasilnya orang tersebut berfatwa tentang yang halal –padahal sebenarnya haram– atau sebaliknya. Serta membolehkan (jaiz) yang tidak boleh serta sebaliknya.

Wallaahu a’lam

Sumber: binbaz


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.