Unik, Informatif , Inspiratif

Bagaimana Pabrik Mengontrol Kuman pada Air Kemasan?

0 105

Kenapa hari ini kita dilanda air kemasan? Sebab air ‘sumur’ kita sudah turun reputasinya. Air sumur menjadi tidak praktis saat kita bepergian. Air itu harus kita masak dulu. Berbeda dengan air kemasan.

Kesan higienis pada air kemasan nyaris sempurna. Nyaris, sebab beberapa kali kita mendengar dari YLKI (Yayasan Lembaga Komsumen Indonesia), melaporkan adanya kuman yang menumpang pada air kemasan itu.

BACA JUGA: Sehat Mana, Minum Air Galon atau Air Rebusan?

Bagaimana mungkin air kemasan terkontaminasi kuman? Padahal air kemasan melalui proses yang steril. Benih yang lolos ini biasanya bertunas dalam air kemasan ketika air di pengecer. Air kemasan ini dibiarkan terpapar pada suhu yang hangat. Pada suhu yang seperti inilah kuman bisa berkembang biak dan berpotensi menjadi penyabab penyakit.

Dalam ketentuan pengendalian mutu air olahan, air yang selesai dikemas, tidak boleh langsung dipasarkan. Tapi harus disimpan dulu dalam ruang dingin 6-12 bulan, agar kuman yang lolos, akhirnya mati.

BACA JUGA: Berawal dari Diare, Ternyata Begini Sejarah Perusahaan Air Mineral Aqua

Setelah diperam, air dalam botol/kemasan akan dites di laboratorium. Jumlah kuman yang masih ada dihitung. Jumlahnya tidak boleh lebih dari 20/cc air yang dibiakan dalam agar-agar selama 24 jam. Jika lebih, i angkatan pengeraman akan dibuang. Dan diganti dengan air baru.

Dijamin air yang melalui pengendalian mutu seperti itu akan terbebas dari kuman. Dan kita aman mengkomsumsinya.[]

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline