Unik, Informatif , Inspiratif

Bagi Kakek-Nenek, Studi: Asuh Cucu Bisa Perpanjang Usia Anda, Ini Sebabnya

0

INSPIRADATA. Ketika usia sudah lanjut, mengasuh cucu bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi pasangan tua. Atau saat ibu-bapak si cucu sedang dalam kesibukan lain, betul?

Sebuah studi menemukan bahwa kakek atau nenek yang mengasuh cucunya cenderung akan hidup lebih lama, ketimbang lansia yang tidak merawat orang lain. Namun mengasuh cucu sepanjang waktu bisa berdampak negatif juga pada kesehatan mereka, kenapa?

Tetapi jika hanya sesekali membantu merawat cucu bisa bermanfaat bagi lansia, tulis peneliti dalam jurnal Evolution and Human Behavior.

Berdasarkan hasil penelitian, mereka yang membantu saudara atau orang lain cenderung hidup setidaknya tujuh tahun lebih lama, karena manula tetap aktif secara fisik dan mental mereka. Sementara mereka yang tidak pernah mengasuh cucu punya harapan hidup rata-rata empat tahun.

“Sama sekali tidak berinteraksi dengan cucu bisa berdampak negatif terhadap kesehatan kakek-nenek,” kata Sonja Hilbrand, mahasiswa doktoral departemen psikologi Universitas Basel, Swiss, yang memimpin studi ini.

“Hubungan ini bisa jadi merupakan mekanisme yang tertanam dalam evolusi kita di masa lampau ketika membantu mengurus anak menjadi krusial untuk kelangsungan hidup manusia,” katanya.

Data penemuan ini didapat dari lebih dari 500 orang berusia di atas 70 tahun di Berlin Aging Study, seperti dilansir Daily Mail.

Para peneliti tidak melibatkan kakek-nenek yang memang setiap hari mengasuh cucu, tetapi hanya mereka yang mengasuh sesekali. Para peneliti ini membandingkan kelompok lansia yang membantu orang selain keluarga, seperti teman atau tetangga, dan manula yang tidak membantu mengasuh siapa pun.

Hasilnya, usia kakek-nenek yang telah dihitung serta kondisi umum kesehatannya, risiko meninggal dalam periode 20 tahun, sepertiga lebih rendah bagi lansia yang mengasuh cucu, dibandingkan lansia yang tidak membantu sama sekali.

Setengah dari lansia yang mengasuh cucu masih hidup sepuluh tahun setelah wawancara awal dengan para peneliti. Hal yang sama terjadi pada partisipan yang tidak memiliki cucu namun membantu anak mereka yang sudah dewasa, seperti membantu mengurus rumah.

Sebaliknya, setengah partisipan yang tidak membantu mengasuh cucu meninggal dalam lima tahun, sejak awal penelitian. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline