Foto: Akhdansaladin.wprdpress.com

Bahkan, Para Nabi Pun Bertobat

Tobat dapat kita artikan sebagai jalan kembali kita kepada Allah s.w.t setelah berbelok ke arah yang tak diridhai-Nya atau berkilah dari aturan-Nya dan aturan Rasul–sedikit maupun banyak, jauh ataupun dekat–menuju hal yang disebut dosa atau maksiat.

Semua hamba-Nya dituntut untuk bertobat, bahkan tingkatan seorang Nabi.

Para ulama salaf dan imam umat Islam, beserta yang mengikuti beliau telah sepakat–berdasar aturan Allah dan Rasulullah–bahwa para Nabi pun melakukan tobat dari dosa-dosa yang telah dilakukannya.

Namun bedanya, tobat yang para Nabi lakukan ini semakin mengangkat derajat mereka, karena Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan yang bersuci, (Al-Baqarah: 222).

Dan keterjagaan (Ishmah) para nabi adalah dengan tidak terus-menerus melakukan dosa dan esalahan. Sementara manusia selain para Nabi bisa jadi melakukan dosa ndan kesalahan, tanpa bertobat. Adapun para nabi mereka diingatkan Allah dan siterima tobatnya.

Sebagaimana firman Allah:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّا إِذَا تَمَنَّىٰ أَلْقَى الشَّيْطَانُ فِي أُمْنِيَّتِهِ فَيَنْسَخُ اللَّهُ مَا يُلْقِي الشَّيْطَانُ ثُمَّ يُحْكِمُ اللَّهُ آيَاتِهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Al-Hajj: 52)

Digubah berdasar fatwa Syaikh Ibnu Taimiyah


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *